Suara.com - Dorong pemberdayaan UMKM di DKI Jakarta, Bank DKI turut berkontribusi dengan menyediakan fasilitas untuk pelaku UMKM berupa Galeri JakPreneur di Kantor Walikota Jakarta Timur.
Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini mengatakan, melalui bantuan fasilitas Galeri JakPreneur, para pegiat UMKM akan mendapatkan akses untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian dalam mengembangkan potensi usaha serta sebagai sarana promosi bagi produk-produk JakPreneur binaan dari enam Suku Dinas Kota Jakarta Timur.
"Peluncuran Galeri JakPreneur Jakarta Timur ini merupakan kolaborasi antara Bank DKI dengan Pemprov DKI Jakarta dalam mengembangkan potensi inovasi produk dari pelaku UMKM di DKI Jakarta,” kata Herry ditulis Rabu (30/3/2022).
Produk-produk yang masuk di galeri adalah hasil dari kurasi masing-masing binaan yang akan ditampikan secara bergantian. Hal itu dilakukan sebagai wujud dukungan Pemerintah dan Bank DKI dalam membantu dan membangkitkan industri UMKM di masa pandemi Covid-19, salah satunya dengan membantu dalam hal pemasaran.
Bank DKI sebagai BUMD DKI Jakarta yang mendukung pengembangan UMKM juga menyediakan berbagai produk kredit dan pembiayaan seperti Monas 25 yang dapat dipergunakan sebagai fasilitas kredit untuk modal kerja dengan plafon kredit mulai dari Rp5 Juta sampai dengan Rp25 Juta.
Kredit Monas Pemula juga dapat digunakan baik untuk modal kerja maupun investasi produktif dengan maksimal plafon kredit Rp10 Juta.
Per Desember 2021, Bank DKI telah menyalurkan kredit kepada 1.692 debitur UMKM JakPreneur di DKI Jakarta dengan total plafon kredit sebesar Rp16,8 miliar. Khusus wilayah Jakarta Timur, total debitur UMKM JakPreneur tercatat sebanyak 363 debitur dengan plafon kredit sebesar Rp3,7 miliar.
Lebih lanjut, Herry menambahkan bahwa sebagai BUMD DKI Jakarta yang mendukung pengembangan sektor UMKM, Bank DKI menyediakan berbagai produk kredit dan pembiayaan untuk sektor UMKM yang juga dapat di akses melalui e-Form Mikro Loan untuk mengajukan permohonan kredit secara online dimana saja dan kapan saja.
Bank DKI juga turut mengajak pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya dengan menjadi agen melalui aplikasi JakOne Abank. Dengan menjadi agen JakOne Abank, para pelaku UMKM dapat melayani berbagai transaksi perbankan serta mendapatkan komisi dari setiap transaksi.
Baca Juga: Manjakan Pengusaha Pakaian, Pulau Intan Lestari Buka Toko Offline Pertama di Jakarta
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO
-
Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Impor Bekas dari Bea Cukai, Nilainya Rp 53,9 M
-
DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas
-
RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham
-
IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina
-
Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux
-
Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO
-
Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
-
RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar
-
PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus