Suara.com - Organisasi esports dunia, Galaxy Racer mengumumkan ekspansi bisnis ke Indonesia guna menggarap industri game dalam negeri dan perkembangan esports di wilayah Asia Tenggara.
Indonesia merupakan negara yang memiliki perkembangan pasar tercepat dan terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan lebih dari 52 juta pemain di gim yang memiliki ekosistem esports aktif. Hal tersebut menjadi bukti akan besarnya peluang bisnis Galaxy Racer di Indonesia.
"Indonesia adalah negara penting bagi Galaxy Racer untuk mengembangkan bisnis kami, mengingat pertumbuhan industri esports dan konten gim di wilayah ini sangat tinggi," kata CEO Galaxy Racer Asia Tenggara Mitch Esguerra, Jumat (29/4/2022).
Esports sendiri merupakan industri yang ramai dan digemari oleh sebagian besar kalangan milenial dan gen-z baik pria maupun wanita di berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan.
Perkembangan yang pesat dan pasar yang besar membuat Galaxy Racer memutuskan untuk masuk dengan lima pilar bisnis utama; produksi konten dan esports event, content creator, tim esports, merchandise eksklusif, dan label musik dengan tujuan membuat Galaxy Racer terdepan dalam hal pembuatan konten pada industri digital.
Galaxy Racer didirikan pada 2019 dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan konten digital yang digemari oleh publik dan mendorong perkembangan esports, content creator, dan ekonomi negara di seluruh dunia, salah satunya Indonesia.
Organisasi ini didukung oleh lebih dari 100 content creator global dengan jumlah pengikut lebih dari 500 juta orang dan ditonton 2,5 miliar kali setiap bulannya.
Galaxy Racer di Indonesia dipimpin oleh Mitch Esguerra sebagai CEO di Asia Tenggara, bersama Reza Afrian sebagai Country Manager Indonesia, ini menciptakan kepemimpinan yang sangat kuat untuk kedepannya.
Saat ini perkembangan industri digital juga mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, dimana tercatat ada 60 juta pengguna internet baru sejak awal pandemi. Ekonomi berbasis digital di Asia Tenggara menjadi pusat dari perkembangan ini, terutama bagi industri esports.
Baca Juga: Nintendo Tunda Peluncuran Film Super Mario Bros
Menariknya, 43 persen jumlah pemain pada kawasan ini berasal dari Indonesia, sehingga membuat peluang besar bagi Galaxy Racer untuk terus mengembangkan bisnisnya.
Galaxy Racer berambisi untuk menjadi perusahaan esports, lifestyle, dan konten terkemuka di kawasan Asia Tenggara dengan memaksimalkan berbagai kemitraan strategis di kawasan ini, khususnya Indonesia dengan membantu perkembangan industri esports dan gim guna mengembangkan ekosistem bersama dan bisnis di Asia Tenggara.
Berita Terkait
-
Kiat Menjadi Pemimpin Inovatif, Ulasan Lead The Innovation Game
-
Wi Ha Joon Merasa Cemas Usai Sukses Berperan di 'Squid Game', Ada Apa?
-
BTS Merancang Karakter BTS Island: In The SEOM, Detailnya Sangat akurat!
-
Nikmati Libur Lebaran Mu, Ini 17 Kode Redeem FF Kamis 28 April 2022
-
Nintendo Tunda Peluncuran Film Super Mario Bros
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik