Suara.com - Jalan Tol Taba Penanjung-Bengkulu mencuri perhatian para pemudik saat musim mudik lebaran tahun ini. Tol sepanjang 17,6 km itu jadi pilihan utama banyak orang hingga dianggap sangat membantu masyarakat.
Tol pertama di Bengkulu ini diperkirakan membantu pengendara menghemat waktu tempuh perjalanan dari Kota Bengkulu ke Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah menjadi 15 menit saja.
Padahal, sebelum adanya tol tersebut, perjalanan dari Bengkulu ke Taba Penanjung atau sebaliknya sebagaimana dikutip dari Google Maps bisa memakan waktu 56 menit.
Data dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPJT) menunjukkan, tol ini terdiri dari Jalan Tol Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu sepanjang 95,8 km. Kemudian Seksi 1 Lubuk Linggau-Kepahiang (54,5 km) dan Seksi 2 Kepahiang-Taba Penanjung (23,7 km).
Nantinya, akses jalan tol ini bisa dimanfaatkan secara maksimal secara ekonomi berkat integrasi langsung dengan pengembangan Pelabuhan Baai.
Tidak hanya wisata dan ekonomi, proyek tol Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu diproyeksi menurunkan biaya logistik serta memangkas waktu tempuh distribusi barang dan jasa antar wilayah.
Melansir Antara, berdasarkan informasi yang disampaikan PT Hutama Karya (Persero) , total 2.690.458 kendaraan telah melintas di seluruh ruas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sejak 25 April hingga 9 Mei 2022 lalu.
Angka arus mudik Lebaran tersebut merupakan akumulasi dari 7 ruas yang telah dioperasikan, yakni Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), Palembang-Indralaya (Palindra), Pekanbaru-Dumai (Permai), Medan-Binjai, Ruas Binjai-Langsa Seksi 1 (Binjai-Stabat), Sigli-Banda Aceh (Seksi 2, 3 & 4), serta ruas fungsional yakni Bengkulu-Taba Penanjung dan Pekanbaru-Bangkinang.
Baca Juga: Curhat Pemudik Sekali Pulang Kampung Habis Biaya Rp20 Juta, Netizen: Sangat Relate!
Berita Terkait
-
Daftar Komponen Mobil yang Wajib Diperiksa usai Mudik
-
Usai Mudik Lebaran, Ini Tips Menjaga Performa Mesin Mobil Tetap Terjaga
-
Meski Perlancar Arus Kendaraan, Pengusaha Bus Keluhkan Kebijakan One Way
-
Ceritakan Pengalaman Balik Jakarta setelah Mudik dari Jogja, Zaskia Adya Mecca Temukan Penampakan Mengagetkan
-
Curhat Pemudik Sekali Pulang Kampung Habis Biaya Rp20 Juta, Netizen: Sangat Relate!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?
-
Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?
-
Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI
-
7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?
-
Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa
-
MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa
-
Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027
-
Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG