Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaruh perhatian besar terhadap kondisi keberlangsungan masyarakat yang tinggal di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pemberdayaan masyarakat menjadi menjadi cara jitu yang terus digencarkan Jokowi sampai saat ini.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Hermawan mengatakan perhatian serius ditunjukkan Jokowi sejak era priode kepemimpinan pertama. Khsusunya dalam pemerataan kesejahteraan di masyarakat.
"Perhatian negara terhadap daerah perbatasan itu juga sudah cukup baik," kata Hermawan di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Dia menyampaikan perhatian besar yang ditunjukkan Jokowi tidak pernah main-main. Bahkan hal demikian dapat diperlihatkan dengan peningaktan alokasi anggaran bagi setiap daerah.
"Cukup baik karena APBD kita cuma 2,4 T nah APBN kita hampir 9 T yang lebih besar," sambung JHermawan
Dengan begiti, lanjut dia, akan mampj memberikan keleluasaan bagi daera untuk terus melahirkan berbagai inovasi. Serta menjadi modal utama dalam melakukan pemberdayaan di tengah kondisi masyarakat.
Dia menilai kondisi demikian juga merupakan salah satu langkah nyata Jokowi dalam upaya menjaga kedaulatan negara. Sehingga akan semakin menguatkan rasa nasionalisme antar sesama masyarakat.
"Inikan moment yang paling bagus untuk menumbuhkan rasa kebangsaan. Selain juga haru mengaktualisasi nilai nilai Pancasila kemudian ikut dalam bela negara serta wawasan kebaangsan yang menjadi pilar utama," pungkas Hermawan.
Baca Juga: 6 Kontroversi Roy Suryo, Mulai dari Stupa Mirip Jokowi Sampai Tak Hafal Indonesia Raya
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun