Suara.com - Pembangunan infrastruktur Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat ekonomi daerah berkembang secara signifikan. Hal itu juga dirasakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir. Sulkaf Latief mengatakan pembangunan infrastruktur Jokowi mulai dari jalan hingga bendungan membuat perekonomian masyarakat meningkat. Sehingga pemerintah daerah terbantu oleh pembangunan yang ada.
"Kalau bagi kami di daerah ya merasakan dorongan untuk mempercepat infrastruktur, kemudian pengembangan ekonomi itu Sulawesi Selatan alhamdulillah, artinya kita diuntungkan," jelas Ir. Sulkaf di Makassar.
Lebih lanjut, menurut dia kalau disebut infrastruktur pusat untuk daerah sangat banyak. Dia menyebut, di Sulsel ada lima bendungan yang bermanfaat bagi perekonomian masyarakat sejak era Jokowi.
"Kontribusi pusat banyak, infrastruktur ada jalan nasional yang diperbaiki. terus bendungan di Sulawesi Selatan itu ada 5 bendungan dalam beberapa tahun terakhir ini zaman Jokowi itu selesai," jelasnya.
Dengan demikian, Ir Sulkaf menyebut kini Sulsel diuntungkan dengan peningkatan ekonomi. Dia berharap ke depannya pembangunan daerah terus dilanjutkan tanpa harus terfokus hanya di Jawa.
"Semua indikator ekonomi memperlihatkan pertumbuhan kita bagus," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi