Suara.com - Emas memperpanjang aksi jualnya ke level terendah lebih dari sembilan bulan pada perdagangan hari Rabu, akibat keperkasaan dolar, sementara risalah pertemuan Juni Federal Reserve menetapkan kebijakan moneter yang lebih restriktif.
Mengutip CNBC, Kamis (7/7/2022) harga emas di pasar spot anjlok 1,4 perse menjadi USD1.738,99 per ounce setelah jatuh sebanyaknya 2,6 persen pada sesi Selasa, sebagian besar tidak berubah setelah rilis risalah The Fed.
Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup merosot 1,6 persen menjadi USD1.736,5 per ounce.
Dolar mencapai level tertinggi dua dasawarsa, naik 0,5 persen muncul sebagai tempat perlindungan pilihan akhir-akhir ini bagi investor yang ingin melindungi diri dari kekhawatiran resesi, sementara juga membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Risalah The Fed menunjukkan peserta rapat membenarkan kenaikan 0,75 poin persentase dan kemungkinan peningkatan 50 atau 75 basis poin pada pertemuan akhir bulan ini.
"Reaksi harga emas agak diredam karena sudah mulai memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga tajam lainnya pada Juli," kata analis Standard Chartered, Suki Cooper.
"Dalam beberapa sesi terakhir, emas menyerah pada sentimen risk-off ketika dolar lebih diuntungkan." Tambah Suki.
Kenaikan suku bunga untuk melawan lonjakan inflasi meningkatkan opportunity cost memegang emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
"Risalah Fed yang hawkish itu menunjukkan 'sikap yang bahkan lebih membatasi', tidak memberikan kelegaan bagi pasar logam," kata Tai Wong, trader logam independen yang berbasis di New York.
Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok Rp 12 Ribu Menjadi Rp 977 Ribu Per Gram
"Kendati reli short-covering mungkin terjadi jika data payroll melemah, kenaikan yang bertahan lama (untuk emas) akan membutuhkan pembacaan IHK Amerika yang lebih lemah minggu depan. Itu diperlukan untuk menarik The Fed kembali dari meluncurkan aksi pengetatan besar-besaran lainnya." Tambah Tai Wong.
Lebih banyak bank sentral utama menaikkan suku bunga pada bulan Juni ketimbang di bulan mana pun dalam setidaknya dua dekade, perhitungan Reuters menunjukkan.
Sementara itu harga perak di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD19,22 per ounce, platinum merosot 1,2 persen menjadi USD855,02 dan paladium turun 0,8 persen menjadi USD1.918,68.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!