Lama Mandek, Pemerintah Klaim Kawasan Industri Madura Didukung Investor China

Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:54 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memfasilitasi penandatanganan MoU investasi di Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026.
  • Guangdong Zhanjiang ASEAN Industrial Park asal Tiongkok resmi berinvestasi di kawasan industri Bangkalan, Madura.
  • Proyek perluasan konsep Two Countries Twin Park ini bertujuan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Madura.

Suara.com - Penantian panjang terkait pembangunan kawasan industri terpadu di Pulau Madura akhirnya menemui titik terang. Pemerintah mengklaim bahwa proyek kawasan industri pertama di Bangkalan, Madura, kini resmi memasuki tahap realisasi setelah bertahun-tahun hanya berkutat pada fase perencanaan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemerintah baru saja memfasilitasi penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang krusial. Kesepakatan investasi ini melibatkan Guangdong Zhanjiang ASEAN Industrial Park asal Tiongkok dengan pihak kawasan industri di Bangkalan.

"Pertemuan tadi meresmikan MoU kawasan industri di Jawa Timur dari Guangdong Zhanjiang ASEAN Industrial Park dengan kawasan industri di Bangkalan, Madura," terang Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Kerja sama lintas negara ini merupakan perpanjangan dari skema investasi strategis Two Countries Twin Park. Sebelumnya, model kemitraan kawasan industri kembar ini telah sukses diimplementasikan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Melalui kesepakatan terbaru ini, konsep tersebut resmi memperluas jangkauannya ke wilayah Jawa Timur.

"Ini menjadi bagian dari Two Countries Twin Park yang sudah diluncurkan. Sehingga kita punya Two Countries Twin Park tidak hanya di Batang, Semarang, tetapi kini juga hadir di Bangkalan, Madura," jelas Airlangga.

Airlangga secara terbuka mengakui bahwa wacana kawasan industri di Bangkalan sebenarnya sudah dirancang sejak lama, namun selalu terhambat pada tahap realisasi. Masuknya investor dari Guangdong ini diharapkan menjadi titik awal yang konkret bagi pembangunan fisik dan operasional kawasan.

Pemerintah memproyeksikan kawasan ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan sejumlah dampak positif, di antaranya:

  • Pemerataan Industrialisasi: Memecah konsentrasi sektor industri yang selama ini lebih banyak bertumpu di wilayah daratan utama Jawa Timur.
  • Katalisator Ekonomi Lokal: Menstimulasi pertumbuhan bisnis rantai pasok dan UMKM di sekitar wilayah Kabupaten Bangkalan.
  • Penciptaan Lapangan Kerja: Membuka peluang penyerapan tenaga kerja secara masif bagi masyarakat Madura.

Acara penandatanganan MoU tersebut juga dihadiri langsung oleh sejumlah kepala daerah. Keterlibatan pemangku kepentingan lokal ini dinilai esensial untuk memastikan kelancaran regulasi di daerah.

"Dengan adanya dua bupati dan wali kota yang hadir, kami berharap kawasan ini bisa mengisi perkembangan di Madura. Karena ini menjadi kawasan industri pertama di Madura, tentu kita berharap perkembangan industrialisasi tidak hanya terpusat di Jawa Timur daratan, tetapi juga bisa masuk dan berkembang pesat di Madura," pungkas Airlangga.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com