Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengandalkan kehadiran Food Estate untuk memulihkan ketahanan pangan yang melemah akibat perubahan iklim ekstrem.
Dia menyebut, program Food Estate ini telah masuk dalam program strategis nasional tahun 2022-2024, di mana memprioritaskan program peningkatan ketersedian akses dan kualitas konsumsi pangan.
"Pemerintah tengah mengembangkan Food Estate di dua wilayah yaitu Kalimantan Tengah sebesar 29.000 hektar dan Sumatera Utara sebesar 20.000 hektar," ujar Luhut dalam Rakornas BMKG, Senin (8/8/2022).
Selain dua daerah itu, Mantan Menkopolhukam ini menuturkan, pemerintah juga tengah membidik lokasi lain untuk program Food Estate.
"Seperti di Papua seluas 210.000 hektar di NTT ada 10.000 hektar dan Sulawesi Tengah ada 15.000 hektar," ucap dia.
Luhut menambahkan, pemerintah juga mengajak investor dari luar negeri untuk mendanai pembangunan Food Estate ini. Beberapa nama telah dituju pemerintah mulai dari China, Belanda, dan Taipei.
"Dari sektor perikanan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan Pangan dengan program Sentra Kelautan dan Perikanan terpadu khususnya di pulau-pulau terluar dan kawasan perbatasan," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut ketahanan pangan Indonesia melemah pada tahun 2021 akibat perubahan iklim yang ekstrem.
Dia memaparkan skor indeks ketahanan pangan Indonesia pada tahun 2021 sebesar 59,2. Hal ini sangat jauh dibandingkan skor indeks pada tahun 2020 yang sebesar 161,2.
Baca Juga: Utang Indonesia Tembus 7 Ribu Triliun, Luhut Binsar: Paling Kecil di Dunia!
Berita Terkait
-
Perubahan Iklim Berdampak Pada Ketahanan Pangan Indonesia Tahun 2021
-
Menko Luhut Ungkap Dampak Kehadiran Tol Serang-Panimbang Bagi Wilayah Banten
-
Utang Indonesia Tembus 7 Ribu Triliun, Luhut Binsar: Paling Kecil di Dunia!
-
Betulkah Utang Indonesia Rp7.000 Trilun Paling Terkecil di Dunia?
-
Luhut Klaim Utang Indonesia Rp 7 Ribu Triliun Paling Kecil di Dunia
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun