/
Senin, 08 Agustus 2022 | 15:34 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan (Antara) (Foto Ilustrasi)

SuaraCianjur.Id,- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, mengklaim kalau utang pemerintah Indonesia adalah yang terkecil di dunia.

"Pemerintah Indonesia hanya punya utang Rp7.000 triliun dan paling terkecil di dunia," kata Luhut saat Ground Breaking pembangunan jalan tol seksi 3 Cileles - Panimbang di Pandeglang, Banten, Senin (8/8/2022).

Luhut mengatakan, utang pemerintah Indonesia hanya 40 persen dari produk domestik bruto (PDB). Sedangkan negara-negara maju lainnya hingga 100 persen dari PDB.

"Kami minta bapak-bapak dan teman di daerah jangan dengar bicara aneh-aneh dan tidak jelas, karena pemerintah tahu benar yang dilakukan," jelas Luhut.

Luhut juga menjelaskan, kalau pemerintah Indonesia memiliki utang sebesar Rp7.000 triliun, namun semua utang itu produktif. Artinya seperti utang untuk pembangunan jalan tol tentu utangnya akan dikembalikan kepada orang yang memberikan pinjaman.

Pembangunan yang dilakukan pemerintah tentu dihitung dengan betul dan benar termasuk bagaimana return on investment-nya.

“Oleh karena itu, jangan sampai proyek tersebut ditipu oleh informasi-informasi yang salah dan pemerintah itu pintar-pintar dan tidak bodoh,” kata dia.

Pembangunan jalan tol Serang - Panimbang sepanjang 85 km, dipastikan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Banten. Selain itu juga pembangunan itu akan mendukung percepatan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK).

Saat ini, pembangunan jalan sesi 3 Cileles - Panimbang sepanjang 33 Km dapat memanfaatkan pinjaman dari perbankan China. Pemerintah menargetkan pembangunan jalan tol sesi 3 ( Cileles-Panimbang) selesai tahun 2024.

Baca Juga: Dukung Timnas Indonesia U-16 Juara Piala AFF U-16 2022, Fakhri Husaini Sampaikan Wejangan

Oleh sebab itu, Luhut meminta Mulyadi Jayabaya sebagai tokoh Pandeglang dapat berkolaborasi dengan masyarakat untuk pembebasan tanah.

Saat ini, kata dia, sebagian kecil masih ada lahan yang belum dibebaskan untuk proyek pembangunan jalan tol tersebut.

"Kita minta warga jangan menerima informasi yang aneh-aneh dan dukung pembangunan jalan tol untuk peningkatan ekonomi masyarakat Banten," katanya. [Antara]

Load More