Bisnis / Ekopol
Jum'at, 09 September 2022 | 16:25 WIB
Ilustrasi Penandatanganan Perjanjian Investasi dan Kerja Sama Proyek Blok Bahadopi antara PT Vale Indonesia dengan perusahaan China di Jakarta, Selasa (6/9/2022). (ANTARA/Aditya Ramadhan)

Suara.com - Tiga Gubernur dari wilayah Sulawesi menyatakan sikap sepakat tidak memperpanjang izin kontrak karya PT Vale Indonesia Tbk.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi dan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusdy Mastura dalam rapat dengan Panja Vale Komisi VII DPR RI, Kamis (8/9/2022).

Menanggapi hal ini manajemen Vale Indonesia mengakui saat ini tengah fokus dalam menyelesaikan sejumlah proyek pengembangan di tiga Blok, yakni Blok Sorowako, Blok Bahodopi dan Blok Pomalaa.

"Perseroan juga saat ini tengah menyelesaikan semua yang menjadi kewajiban dalam Kontrak Karya (KK) dan telah diamanatkan pemerintah Indonesia," sebut Head of Communications PT Vale Indonesia Tbk Bayu Aji dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (9/9/2022).

Bayu mengatakan komitmen mewujudkan kewajiban tersebut diantaranya dengan menerapkan prinsip praktik pertambangan yang baik atau good mining practice di semua proyek perusahaan, seperti yang dapat dilihat sendiri pada operasi kami di Luwu Timur.

Perseroan ingin menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan iklim investasi di Indonesia.

PT Vale adalah perusahaan pertambangan terintegrasi yang tidak pernah mengekspor bijih sejak awal berdiri.

Beberapa aspek utama terkait keberlanjutan:

  1. Mendapatkan peringkat PROPER Hijau;
  2. Mengoperasikan PLTA sebagai sumber energi utama sehingga memiliki intensitas karbon terendah;
  3. Memiliki peta jalan menuju pertambangan rendah karbon yang net zero di 2050;
  4. Menjaga kualitas air limpasan menuju badan air dengan lebih dari 100 sediment pond termasuk LGS, kejernihan danau Matano tetap terjaga;
  5. Selalu menjaga lahan terbuka tetap minimal setelah kegiatan penambangan, dengan selalu merehabilitasi lahan pasca tambang, telah menanam lebih dari 3.7 juta pohon, dan mereforestasi area diluar KK sebesar lebih dari 10 ribu hektare;
  6. Membuka lapangan kerja untuk sekitar 3000 karyawan dan 6000 kontraktor, dengan komposisi karyawan 99.7% dari Indonesia dan 86,6% diantaranya dari lokal Luwu Timur;
  7. Dalam satu dekade terakhir (tahun 2011 – 2021), kontribusi PT Vale untuk kas negara melalui pembayaran pajak dan non-pajak sebesar ASD1,2 milyar;
  8. Membuka kesempatan usaha untuk lokal dan regional rerata lima tahun sebesar sekitar USD33,7 juta. 

Baca Juga: Pemprov Sulsel: PT Vale Hanya Bayar Rp60 Ribu Per Hektar Untuk Sewa Lahan Tambang

Load More