Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merasa khawatir dengan fenomena crazy rich saat ini. Sebab, crazy rich saat ini bisa merayu anak-anak muda untuk berinvestasi tanpa tahu risiko ke depan.
Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan bahwa crazy rich saat ini banyak yang endorse produk investasi untuk mengajak anak muda atau masyarakat agar tertarik berinvestasi.
"Jadi, pernah ada fenomena crazy rich itu, mereka di-endorse (produk investasi). Nah, masyarakat yang melihat, oh kita ikut yuk investasi ini (yang ditawarkan crazy rich)," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (10/10/2022).
Maka dari itu, wanita yang akrab disapa Kiki ini menyerukan pentingnya perlindungan konsumen. Hal ini, diperlukan, agar ke depan tidak ada masyarakat yang salah berinvestasi maupun transaksi keuangan.
"Pentingnya isu perlindungan konsumen dalam mendukung pencapaian stabilitas sistem keuangan karena itu perlindungan konsumen harus dijaga," ucap dia.
Kiki menambahkan, tingkat pemahaman atau literasi soal produk keuangan masyarakat Indonesia masih rendah sebesar 38% pada survey 2019 lalu.
"Jadi, hanya 36% dari responden yang tahu produk keuangan digital. Dan dari 36% hanya 31% yang menggunakannya. Tapi ini angkanya akan sangat berubah karena di era covid-19, 2020 dan 2021 ini meningkat tajam," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok