Suara.com - Jubah hitam yang dikenakan Kapten Timnas Argentina Lionel Messi saat seremonial pembagian trofi Piala Dunia 2022 Qatar ditawar oleh seorang pejabat Parlemen Oman.
Jubah hitam yang khas di sebut Bisht oleh kalangan orang arab ini ditawar sebesar Rp15,6 miliar alias USD1 juta oleh Ahmed Al Barwani, seorang pengacara dan anggota Parlemen Oman.
"Bisht Arab adalah simbol kesopanan dan kebijaksanaan," kata Al Barwani di media sosial, diansir Tribal Footbal, Kamis (29/12/2022).
"Saya menawarkan Anda (Messi) satu juta dolar sebagai tawaran untuk Bisht itu. Saya berada di stadion menyaksikan momen itu secara langsung ketika Emir Qatar memberikan bisht kepada Messi," lanjutnya.
Dia menambahkan, momen tersebut memberitahu dunia bahwa kita semua ada di sini (Timur Tengah), dan itu adalah budaya kita. Itu ditampilkan memperingati momen kebanggaan itu, dan untuk membantu kita menghidupkannya kembali.
"Dan juga untuk mengingatkan kita bahwa kita bisa melakukan apa pun. Turnamen ini merupakan sumber kebanggaan dan menyoroti fakta penting tentang bagaimana kita tidak melupakan Palestina dan bahwa orang Arab adalah satu dan bersatu," tambahnya.
Tapi Messi disinyalir tidak mungkin menjualnya. Messi pasti mengerti betapa besarnya kehormatan ini bagi orang asing dan orang yang tidak memiliki latar belakang budaya Arab. Tempat yang lebih mungkin di mana Bisht ini akan disimpan di museum Leo Messi di kota asalnya Rosario.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026