News / Nasional
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:58 WIB
Ilustrasi Kota Jakarta berawan. (Antara)
Baca 10 detik
  • BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia didominasi awan tebal dan hujan pada Sabtu, 7 Agustus 2026.
  • Prakirawan BMKG Ranika Dwi menyatakan wilayah Sumatra dan Jawa menghadapi potensi penurunan jarak pandang serta udara kabur.
  • BMKG mengimbau masyarakat waspada terhadap cuaca ekstrem berupa hujan lebat di Sumatra Utara dan Papua bagian tengah.

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui sistem pemantauan atmosfer terbaru memprediksi bahwa mayoritas wilayah Indonesia akan didominasi oleh fenomena awan tebal pada Sabtu (7/8/2026) ini.

Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra terhadap penurunan jarak pandang dan potensi perubahan cuaca mendadak di beberapa titik ekonomi penting.

Pemetaan Atmosfer: Dominasi Awan Tebal di Wilayah Barat

Berdasarkan data yang dihimpun dari sensor satelit cuaca, wilayah Sumatra menunjukkan dinamika yang bervariasi. Meski beberapa kota masih terpantau aman untuk aktivitas luar ruang, sebagian besar simpul transportasi udara dan laut harus bersiap menghadapi langit yang tertutup rapat.

Prakirawan BMKG, Ranika Dwi, dalam keterangannya menjelaskan distribusi massa udara basah yang terkonsentrasi di bagian barat Indonesia.

"Diawali dari wilayah Sumatra, Kota Pangkal Pinang diprakirakan berawan, sementara Banda Aceh, Tanjung Pinang, Padang, dan Jambi akan diselimuti awan tebal. Hujan ringan diprakirakan mengguyur wilayah Medan, Pekanbaru, Bengkulu, Palembang, dan Bandar Lampung," ungkap Ranika dilansir dari laman Antara, Sabtu.

Ilustrasi cuaca berawan. (Pixabay/calibra)

Tantangan Visibilitas di Pulau Jawa dan Kalimantan

Bagi warga di Pulau Jawa, data BMKG menunjukkan kondisi yang relatif lebih stabil namun tetap berisiko bagi sektor penerbangan rendah dan transportasi darat.

Surabaya terpantau mengalami fenomena "udara kabur", sementara Jakarta hingga Semarang diprediksi tetap berawan. Namun, Yogyakarta menjadi perhatian khusus dengan potensi tutupan awan yang lebih pekat.

Baca Juga: BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Sumsel Terjadi Agustus-September

Di Kalimantan, teknologi pemantauan jarak pandang mendeteksi adanya udara kabur di Pontianak, sementara Samarinda menjadi titik dengan potensi awan tebal paling signifikan di pulau tersebut.

Mitigasi Risiko: Dari Asap hingga Hujan Lebat di Papua

Transisi cuaca di wilayah Timur Indonesia menunjukkan tantangan yang berbeda. BMKG mendeteksi adanya fenomena asap atau kabut di wilayah Mataram dan Manokwari, yang secara teknis dapat memengaruhi sensor navigasi visual.

"Untuk wilayah Sulawesi, Manado, Gorontalo, dan Kendari akan diselimuti awan tebal. Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan akan mengguyur wilayah Palu dan Mamuju," jelas Ranika.

Kondisi paling ekstrem yang dideteksi oleh pemodelan data BMKG berada di ujung timur Indonesia. Wilayah Sorong dan Merauke dipastikan berawan tebal, sementara Nabire dan Jayawijaya diprediksi akan menerima curah hujan.

"Kota Nabire dan Jayawijaya akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Kami juga mengingatkan masyarakat agar siaga terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Sumatera Utara dan Papua bagian tengah," tegasnya.

Load More