Suara.com - Usaha laundry salah satu usaha yang berkembang pesat saat ini di Indonesia. Bahkan di saat Pendemi Covid-19 menerpa negeri ini, hampir semua lini usaha bertumbangan namun bisnis laundry justru berjaya.
Membuka bisnis laundry cukup mudah namun kendala utama terletak pada pembiayaan. Karena permodalan terbatas akhirnya bisnisnya pun tidak bisa kompetitif. Selain itu, pelaku bisnis laundry banyak terkendala dalam hubungan perbankan.
Memecahkan persoalan klasik itu, PT Triton Internasional dan PT MLC Indonesia bersama dengan PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) program penyaluran kredit usaha rakyat (KUR).
Dengan kesepakatan penyaluran KUR melalui BCA, Director PT Triton Internasional, Rizal Matulatan menyatakan, ini kesempatan yang ditunggu-tunggu untuk lebih menghidupkan bisnis laundry.
"Kita memerlukan program KUR ini supaya tidak membayar lebih mahal lagi. Ini solusi dari distributor ke customer lewat BCA sebagai mitra bisnis," kata Rizal Matulatan di Jakarta, Jumat (24/3/2023).
Jadi, untuk membangun bisnis laundry pelaku bisnis cukup membayar down payment (DP) 40% untuk pengadaan mesin komersial, dan 60% ditanggung KUR yang dicicil 36 bulan dengan bunga 6%.
Saat ini, papar Rizal Matulatan yang juga founder PT Triton Internasional baru launching atau dieperkenalkan di Jabotabek. "Dalam waktu dekat seluruh Indonesia akan kita cover, dengan syarat semua menggunakan mesin komersial," jelasnya.
Sementara, Director PT MLC Indonesia, Gerwyn Matulatan, membeberkan pengalamannya bahwa hampir setiap saat berhadapan dengan customer dengan modal terbatas.
Semangat berbisnis luar biasa tetapi pembiayaan tidak mendukung. Akibatnya, terpaksa memakai mesin rumahan yang tidak kompetitor. Hanya beroperasi dalam jangka pendek mesin rusak tentu butuh ongkos perbaikan lagi. Sementara itu, kalau memakai mesin komersial, menurut Gerwyn, akan lain ceritanya karena ada garansinya.
Baca Juga: BCA Tebar Dividen Rp20 Triliun Jelang Lebaran
"Masalahnya, akses ke mesin komersial agak susah bagi yang kemampuan finansialnya terbatas," jelas Gerwyn.
Gerwyn mengaku menggagas kolaborasi dengan BCA untuk menyalurkan KUR ke pengusaha laundry sedikit butuh waktu. Dan, enam bulan sebelum ditandatangani, program ini sudah di-sounding ke komunitas bisnis laundry dan peminatnya sangat tinggi.
Program KUR yang diperuntukkan pengusaha laundry ini memberikan besaran kredit dengan rentang dari Rp50 juta hingga Rp500 juta. "Besaran kredit itu sudah lebih dari cukup dalam membangun bisnis laundry," ungkap Gerwyn di depan para pengusaha laundry.
Bagi BCA, bisnis laundry salah satu usaha yang berkembang pesat sehingga sangat tepat untuk mendapat kredit usaha.
Kepala Pengembangan Bisnis BCA KCU Alam Sutera, Agustina Hadiwijaya, mengibaratkan bisnis laundry itu seperti kebutuhan pokok, setiap orang butuh makan setiap hari begitupula dengan urusan laundry.
Agustina menegaskan, bisnis laundry sebagai bagian dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah sasaran yang tepat dalam penyaluran KUR yang menjadi program pemerintah memberdayakan ekonomi masyarakat.
"Bank BCA sebagai bagian dari perbankan nasional berkomitmen penuh dalam membantu UMKM" kata Agustina.
Program pembiayaan lewat KUR itu, disambut antusias kalangan pebisnis laundry. Kerja sama pembiayaan itu membuat semakin semangat membangun bisnis laundry agar tumbuh semakin banyak lagi.
"Bunganya bagus sekali 0,5% per bulan," kata Ketua Umum Asosiasi Laundry Indonesia, Apik Primadya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026