Suara.com - PT Pertamina (Persero) meengungkapkan pipa hydrodgen di Kilang minyak Dumai yang alami kebakaran telah berumur puluhan tahun. Pipa itu telah dipasang sejak tahun 1982.
"Jadi pipa yang pecah itu dari tahun 1982 datanya, artinya data instalasinya di tahun 1982 dipasang. Produk domestik carbon steel schedul 1980 itu," ujar Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Aditiyawarman saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (4/4/2023).
Lebih lanjut, kebakaran pipa hydrohen itu terjadi pada pipa berukuran 6 inci di compressor 212-C-2. Pipa itu terbakar, diakibatkan adanya kebocoran has hydrogen.
Namun, kebakaran itu tidak berlangsung lama, sebab kebakaran yang terjadi pada pukul 22.42 WIB itu bisa dipadamkan pada pukul 22.51 WIB. "Letak bocorannya pada line 2nd stage discharge compressor," kata Taufik.
Sementara, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menambahkan, tidak hanya pipa saja yang telah berumur, Kilang minyak Dumai juga telah berumur lebih dari setengah abad atau 52 tahun.
"Kilang Dumai ini dibangun tahun 1971 dengan segala ininya, tapi kita harus operating operational availability karena kita ingin mengurangi menekan impor. Untuk itu kita tidak boleh mengesampingkan faktor kehandalan termasuk salah satunya safety di dalamnya," kata dia.
Sebelumnya, Taufik menuturkan, kebakaran di Kilang Minyak Dumai juga menimbulkan getaran dan dentuman keras yang bisa dirasakan hingga radius 1 kilometer.
Kemudian setelah terjadi kebakaran, Taufik bilang, emergency shutdown system berfungsi untuk mematikan 2 unit compressor. Lalu, pemadaman dan pendinginan langsung dilakukan dan api berhasil padam dalam waktu 9 menit setelah terjadinya kebakaran yaitu pada pukul 22.51 WIB.
"Rekan-rekan di lapangan koordinasi berjalan dengan baik sehingga pada jam 22.51 api sudah berhasil dipadamkan. Evaluasi lebih lanjut pada 23.30 kondisi sudah dinyatakan aman," tutur dia.
Baca Juga: Pertamina Blak-blakan Soal Kilang Dumai yang Meledak: Bermula Kebocoran Gas
Namun demikian, Taufik menyebut, akar permasalahan kebakaran pipa di Kilang Dumai ini masih misteri dan perlu dilakukan investigasi. Investigasi ini akan melibatkan, Pertamina Group, Direktorat Jenderal Migas ESDM, dan kepolisian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!