Suara.com - Pertamina secara resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi terbaru per Minggu 23 April 2023 di Jawa Tengah (Jateng) dan DKI Jakarta.
Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan melalui situs resmi My Pertamina, masyarakat dapat melihat harga dan penyesuaian harga BBM dari berbagai wilayah di Indonesia.
Penyesuaian harga ini dilakukan PT Pertamina untuk mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan perubahan dari Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
Harga BBM seperti Pertamax dan Pertamax Turbo di wilayah tertentu naik sebesar Rp 250-500/liter, sementara harga Dexlite dan Pertamina Dex di beberapa wilayah turun sebesar Rp 1.000-1.200/liter. Harga BBM di wilayah Bali, NTT, NTB, Kalimantan, Sulawesi juga mengalami kenaikan dan penurunan yang sama dengan wilayah lainnya.
Berikut harga BBM Pertamina terbaru di berbagai wilayah di Indonesia
Aceh
Pertamax Rp 13.300
Pertamax Turbo Rp 15.100
Dexlite Rp 14.950
Pertamina Dex Rp 15.850
Sumatera Utara
Pertamax Rp 13.550
Pertamax Turbo Rp 15.400
Dexlite Rp 15.250
Pertamina Dex Rp 16.150
Sumatera Barat
Pertamax Rp 13.550
Pertamax Turbo Rp 15.400
Dexlite Rp 15.250
Pertamina Dex Rp 16.150
Riau
Pertamax Rp 13.800
Pertamax Turbo Rp 15.700
Dexlite Rp 15.550
Pertamina Dex Rpp 16.450
Baca Juga: Jelang Lebaran, Ini Daftar Harga BBM Pertamina
Kepulauan Riau
Pertamax Rp 13.800
Pertamax Turbo Rp 15.700
Dexlite Rp 15.550
Pertamina Dex Rp 16.450
Kodya Batam (FTZ)
Pertamax Rp 13.800
Pertamax Turbo Rp 15.700
Dexlite Rp 15.550
Pertamina Dex Rp 16.450
Jambi
Pertamax Rp 13.550
Pertamax Turbo Rp 15.400
Dexlite Rp 15.250
Pertamina Dex Rp 16.150
Bengkulu
Pertamax Rp 13.800
Pertamax Turbo Rp 15.700
Dexlite Rp 15.550
Pertamina Dex Rp 16.450
Sumatera Selatan
Pertamax Rp 13.550
Pertamax Turbo Rp 15.400
Dexlite Rp 15.250
Pertamina Dex Rp 16.150
Bangka Belitung
Pertamax Rp 13.550
Pertamax Turbo Rp 15.400
Dexlite Rp 15.250
Pertamina Dex Rp 16.150
Berita Terkait
-
Pertamina: Stok BBM Aman, Arus Mudik Tertangani dengan Baik
-
Laporan Moody's dan Fitch Ratings: Prospek Bisnis Pertamina Geothermal Energy Menjanjikan
-
Dukung Target Pemerintah NZE Tahun 2060, Ini Inisiatif Hijau Pertamina
-
Menteri ESDM Pastikan Kesiapan Layanan Pertamina Siaga Selama Arus Mudik Lebaran
-
Jelang Lebaran, Ini Daftar Harga BBM Pertamina
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026