Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Selasa (6/6/2023) kembali dibuka pada zona merah, indeks terpantau turun ke level 6.605.
Mengutip data RTI, pada awal perdagangan IHSG dibuka melemah 28 basis poin atau melemah 0,43 persen ke level 6.605.
Hingga 10 menit perdagangan, laju IHSG masih betah di zona pelemahan dilevel 6.611 atau masih melemah 0,34 persen.
Nilai transaksi IHSG pagi ini sudah Rp4,1 miliar dan kapitalisasi pasar mencapai Rp9.386 triliun. Selain itu, setidaknya ada 211 saham yang bergerak menguat dan 198 saham melemah. Sementara sisanya 195 stagnan.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pola gerak indeks saham terlihat sedang berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajarnya.
Namun, gelombang tekanan masih akan membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.
"Hal ini diiringi oleh fluktuasi yang terjadi pada pergerakan nilai tukar rupiah yang turut memberikan dampak sehingga membuat pasar bergerak lebih konsolidatif," imbuh William.
Ia pun memprediksi pasar saham bergerak dalam rentang support 6.598 dan resistance 6.789 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni BBCA, BMRI, ASII, PWON, GGRM, TLKM, dan ITMG.
Baca Juga: Pergerakan Saham GOTO Sepekan Terbaru, Meroket Liar Sebelum Anjlok Parah
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
OJK Perkuat Pengawasan Perbankan Hadapi Kompleksitas dan Digitalisasi
-
Genjot Daya Saing Daerah, Arsitek Lanskap Dorong Infrastruktur Hijau
-
Ekonom PEPS: Kriminalisasi Sengketa Bisnis Hambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket
-
Harga Emas Melemah Setelah Sempat Kembali ke Level 5.000 Dolar AS
-
Cara Update Data Desil DTKS 2026 Agar Dapat Bansos
-
Apa Itu 'Saham Gorengan'? Ramai Dibahas Imbas Kasus PIPA dan MINA
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia