Suara.com - Harga saham PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengawali perdagangan Juni 2023 langsung dibuka auto reject bawah (ARB) atau turun sebesar14,97% menjadi RP125/saham.
Turunnya harga saham GOTO hingga ARB ini bertepatan dengan peraturan BEI yang sudah memulai normalisasi ARB simetris secara bertahap. Periode berlaku ARB 15% ditetapkan mulai hari Senin (5/6/2023) di semua fraksi harga saham.
Hari ini memang merupakan hari pertama penetapan kebijakan persentase ARB 15 persen oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), dari sebelumnya berlaku 7 persen.
Sekretaris Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono dalam keterangan resmnya telah mengumumkan batas persentase ARB 15 persen akan efektif pada perdagangan hari Senin, (5/6/2023) sebagai tahap I normalisasi kebijakan relaksasi pandemi BEI.
Pergerakan Saham GOTO Seminggu
Perlu diketahui bahwa pada akhir perdagangan Mei lalu harga saham GOTO ditutup auto reject atas (ARA) atau naik hingga 35% akibat masuknya saham GOTO menjadi salah satu konstituen indeks MSCI.
Kenaikan yang signifikan pada perdagangan lalu lantas membuat pelaku pasar banyak melakukan profit taking yang akhirnya berdampak ke harga saham GOTO terjerembab ARB hari ini.
Pada pukul 9.15 WIB pagi tadi, volume yang tercatat ada 2,65 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp329,94 miliar dan frekuensi sebanyak 4.148 kali, sehingga kapitalisasi pasar GOTO tercatat sebesar Rp148,05 triliun.
Sementara itu pada posisi jual mendominasi hingga 45,11 juta lot antrian, paling banyak di harga Rp125. Sedangkan pada posisi beli tercatat kosong atau tidak ada antrian.
Baca Juga: Mulai 5 Juni 2023, Batas ARB Saham Jadi 15 Persen
Tekanan jual yang tinggi masih potensi dapat menekan harga turun lagi di perdagangan hari berikutnya. Padahal di penutupan perdagangan sebelumnya, tepatnya pada hari Rabu (31/3/2023) saham GOTO melonjak tajam menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) dan parkir di posisi Rp147 per saham.
Ternyata, selain GOTO juga ada sejumlah saham yang langsung jatuh menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB) di hari pertama penetapan ARB 15 persen, dari sebelumnya hanya 7 persen.
Selain GOTO, saham-saham itu di antaranya adalah PT Jaya Swarasa Agung Tbk. (TAYS), dan PT Saptausaha Gemilangindah Tbk. (SAGE).
Saham TAYS mencapai batas bawah dengan turun 14,29 persen ke posisi Rp96 per saham, kemudian disusul saham SAGE yang anjlok 14,05 persen ke posisi Rp104 per saham. Saham-saham itu bertengger di jajaran top losers pagi ini bersama dengan saham ELIT, FUTR, KJEN dan IMAS.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
Pembunuhan di Kalsel, RBT: Semua Masih dalam Proses Hukum, Nggak Pusing Saya!
-
Saham Tesla Kembali Melesat, Elon Musk Kuasai Lagi Tahta Orang Terkaya Dunia
-
The Power of EXO, Harga Saham SM Entertainment Anjlok Usai 3 Member Akhiri Kontrak
-
Amman Mineral Internasional (AMMN) IPO Hari Ini, Simak Prospeknya
-
Mulai 5 Juni 2023, Batas ARB Saham Jadi 15 Persen
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati