Suara.com - Sukarelawan Srikandi Ganjar berusaha untuk merangkul kaum muda untuk terlibat dalam kegiatan positif.
Salah satunya yang diadakan Srikandi Ganjar Jateng, yang mengajak perempuan milenial berlatih membuat buket snack.
Korwil Srikandi Ganjar Jateng Putri Indah mengatakan pelatihan dengan tajuk Snack Bouquet Class itu diadakan di Enjang Coffe, Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
"Kali ini kami mengadakan Workshop Creative Snack Bouquet ft Afar Handmade," ujar dia ditulis Selasa (6/6/2023).
Dia menuturkan kegiatan itu diikuti oleh peserta dari kalangan siswi SMA, mahasiswi universitas setempat di Kabupaten Jepara.
"Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan teknik dasar pembuatan snack buket dari teknik pemotongan kertas, cara merangkai, dan menempelkan bahan sampai menjadi buket yang cantik," kata Putri.
Nantinya, buket snack itu bisa menjadi modal usaha karena memiliki nilai jual.
"Buket itu bisa dimanfaatkan pada momen-momen kebahagiaan, seperti ulang tahun, pernikahan, hingga wisuda," kata dia.
Putri menambahkan tujuan dari workshop ini adalah memberikan wadah bagi para peserta, khususnya para perempuan milenial yang tertarik dengan dunia wirausaha dan ingin mandiri secara finansial di usia muda.
Baca Juga: 5 Jenis Bunga Lokal yang Cocok Dirangkai Menjadi Buket untuk Acara Spesial
"Kegiatan seperti ini diharapkan dapat membantu para milenial untuk meningkatkan keterampilan dan potensi mereka dalam dunia bisnis," kata dia.
Tak lupa, mereka turut menyosiasliasikan program Ganjar Pranowo, bacapres yang mereka dukung pada 2024.
"Alhamdulillah, mereka banyak yang kenal dan mengidolakan sosok Pak Ganjar," kata dia.
Sementara, Laila, salah satu peserta pelatihan mengaku senang terlibat dalam acara yang diadakan Srikandi Ganjar Jateng.
"Ini tentu bermanfaat bagi kami anak muda yang ingin memulai usaha," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026