Suara.com - PT deGadai Solusi Digital (deGadai) dan Sales Director Indonesia (SDI) menyelenggarakan acara bincang-bincang santai dan ramah tamah di Lounge Permaisuri Ban Sunter.
Acara ini menjadi momen penting bagi deGadai untuk secara resmi memperkenalkan brand-nya dan menjajaki potensi kerjasama dengan para anggota SDI.
SDI sendiri merupakan sebuah perkumpulan profesional yang terdiri dari para Direktur Sales dan arketing dari perusahaan-perusahaan ternama di Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Sugih Yusuf (Alung), sebagai CEO deGadai memaparkan beberapa kelebihan usahanya, dimana deGadai merupakan perusahaan gadai digital swasta pertama di Indonesia yang telah memiliki Sertifikasi Manajemen Keamanan Informasi berstandar ISO 27001:2013 dari TÜV Rheiland.
Dan deGadai juga telah terdaftar dan diawasi sepenuhnya oleh OJK, hal ini memberikan kepercayaan dan jaminan keamanan bagi para calon nasabahnya.
"deGadai percaya bahwa berbagai kelebihan ini akan memberikan solusi finansial yang aman dan mandiri bagi masyarakat, serta membuka lebih banyak peluang usaha bagi mereka," kata Alung dalam keterangannya, Selasa (13/6/2023).
Dengan mengusung semangat #langkahcerdas Untuk Semua, deGadai hadir bukan hanya sebagai penyedia solusi finansial bagi calon nasabah, melainkan juga sebagai peluang nyata untuk engembangkan bisnis dan meningkatkan penghasilan melalui program Mitra Gadai.
Berbagai keunggulan deGadai untuk para Nasabah antara lain:
1. Platform Digital yang Aman: Memastikan semua transaksi di platform deGadai lebih aman dan nyaman karena seluruh proses dan sistem sudah berstandar ISO 27001:2013 dari TÜV Rheiland, yang merupakan standar keamanan internasional dan digunakan oleh banyak lembaga di dunia.
2. Jemput Gadai: Kemudahan transaksi Gadai on Demand, Anda bebas menjadwalkan transaksi gadai dari mana saja dan kapan saja.
3. Dana Talangan 0%: Nikmati kelebihan unik yang tidak ditawarkan oleh pergadaian lain dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
4. Pasive Income: Dengan mengajak rekan dan saudara mendaftar di platform digital deGadai, Anda bisa memiliki pendapatan pasif ketika mereka melakukan transaksi gadai (kerahasiaan terjamin).
5. deGadai on the Spot: Solusi nansial mandiri dan aman bagi perusahaan yang ingin memberikan manfaat solusi finansial kepada karyawan tanpa membebani keuangan perusahaan.
6. Dagang by deGadai: Fasilitas pembiayaan yang mengedepankan kolaborasi antara pemilik waralaba, pembeli waralaba, dan pendanaan dari deGadai.
Selain itu, bagi para Mitra deGadai juga memberi kelebihan seperti:
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026