Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan jalan tol Bengkul-Taba Penanjung di Kota Bengkulu senilai Rp4,8 triliun pada Kamis (20/7/2023).
Jokowi berharap peresmian jalan tol ini akan meningkatkan mobilitas logistik dan memunculkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Bengkulu.
"Total panjang yang telah selesai adalah 16,7 kilometer, menghabiskan anggaran Rp4,8 triliun. Ini merupakan bagian dari ruas Bengkulu ke Lubuklinggau," kata Jokowi dalam sambutannya.
Ia berharap dengan beroperasi jalan tol ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi serta mempercepat mobilitas orang dan barang.
Selain itu, kata Jokowi, masyarakat akan lebih sejahtera karena daya saing Bengkulu meningkat lebih baik.
Jalan Tol Bengkulu-Taba Penanjung merupakan bagian dari Tol Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu. Jalan tol ini mulai dibangun pada September 2019 lalu dengan main road sepanjang 17,6 km.
Jalan tol ini memiliki dua gerbang tol, dua simpang susun/junction, 21 jembatan, dan direncanakan memiliki satu rest area. Adapun kecepatan rencana pada jalan tol ini adalah 80 km per jam.
"Kita harapkan, sekali lagi, dengan selesainya jalan tol ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, mempercepat mobilitas orang dan barang, dan kita harapkan ini bisa menyejahterakan masyarakat kita karena daya saing Bengkulu pasti akan meningkat lebih baik," pungkasnya.
Baca Juga: Jokowi Mau Pindahkan PT Pindad dan PT DI ke Subang, Jawa Barat
Berita Terkait
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia
-
Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian
-
Jelang Libur Sekolah, Jasa Marga Percepat Perbaikan Jalan Tol demi Perjalanan Lebih Aman
-
ACSET Pastikan Proyek Dikerjakan dengan Tata Kelola yang Baik
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya