Sementara itu, Ahmad Badruddin, 39, peserta gerakan penanaman mangrove, mengatakan aksi ini menyelamatkan ekosistem laut di sekitar pesisir Pantai Tirangan dari abrasi. Menurut dia, abrasi sangat dikhawatirkan warga Desa Babalan karena dapat mengancam tempat tinggal mereka di pesisir pantai.
"Gerakan ini sangat positif sekali. Antusiasme warga yang ikut cukup banyak.
Diketahui, abrasi adalah momok bagi warga pesisir, terutama Desa Babalan, Demak. Apalagi pemanasan global dan air pasang yang tinggi," katanya.
Ahmad mengatakan gerakan seperti ini perlu digencarkan. Dia berharap pemerintah setempat juga terus mendukung penanaman mangrove dan tunas kelapa di pesisir.
"Karena itu, kita harus memasifkan gerakan penanaman mangrove untuk mencegah abrasi. Program ini ditindaklanjuti oleh pemerintah setempat untuk lebih banyak lagi menanam mangrove dan tunas kelapa di pesisir pantai. Karena itu salah satu cara untuk menanggulangi abrasi," ucapnya.
Ahmad berharap, setelah adanya program yang diadakan relawan pendukung Ganjar Pranowo ini, warga makin tersadar untuk menjaga pantai dari abrasi. Dia juga berharap ke depan pantai ini dapat menjadi destinasi wisata bagi warga Kabupaten Demak.
"Kami berharap gerakan ini bukan hanya hari ini saja terlaksana, melainkan warga semakin aktif bergotong-royong menjaga pantai agar tidak abrasi dan bersih dari sampah agar ke depannya pantai ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata dan menambah pendapatan bagi warga di sini," ucapnya.
Ahmad menuturkan warga juga berkomitmen menjaga hutan mangrove di wilayah ini agar terus berkembang.
"Kami akan merawat perkembangan batang mangrove yang ditanam dua minggu atau satu bulan sekali," ucapnya.
Ahmad juga menyambut baik jika ada instansi pemerintah dan organisasi lingkungan yang ingin membuat gerakan menanam mangrove di pantai Tirangan
Baca Juga: Breaking News! Megawati Soekarnoputri Resmikan Kebun Raya Mangrove Surabaya
"Kami warga Desa Babalan sangat antusias jika ada instansi pemerintah serta organisasi yang mau menanam mangrove di wilayah pesisir pantai ini," ucapnya.
Warga Desa Babalan, Kecamatan Wedung, Demak, berharap jika terpilih sebagai presiden Indonesia 2024, Ganjar Pranowo makin memperhatikan wilayah pesisir dari bahaya abrasi.
"Kami sebagai warga babalan berharap Pak Ganjar lebih proaktif lagi untuk menanggulangi abrasi di pesisir. Kami berharap warga bergotong royong menjaga agar abrasi tidak sampai mengancam warga pesisir," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026