Suara.com - Akhir pekan datang lagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal segara menutup perdagangan minggu ketiga bulan September 2023. Indeks saham bakal bikin cuan apa suram para investor?
Melihat hal itu, banyak pengamat pasar modal yang meramal bahwa IHSG pada perdagangan akhir pekan ini Jumat (22/9/2023) akan sedikit tertekan.
Salah satunya CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya yang mengungkapkan IHSG masih akan bergerak datar hingga akhir pekan ini.
"Salah satu tekanan muncul dari pengaruh data kinerja emiten," kata William dalam riset hariannya.
Dia bilang peluang tekanan masih terlihat cukup besar di tengah maraknya data kinerja emiten sepanjang kuartal II 2023.
Namun, kinerja emiten yang diperkirakan membaik dapat menjadi salah satu sentimen penopang kenaikan IHSG hingga beberapa waktu mendatang," jelas William.
Ia memperkirakan indeks saham akan bergerak dalam rentang support 6.889 dan resistance 7.054.
Untuk saham pilihan, William merekomendasikan ICBP, UNVR, TLKM, BBCA, SMRA, KLBF, TBIG, HMSP, dan PWON.
Ramalan yang sama juga datang dari Phintraco Sekuritas. Dalam risetnya lembaga tersebut memprediksi IHSG kembali terkoreksi.
Baca Juga: Emiten Pelayaran Ini Optimis Raup Cuan Rp66,7 Miliar Hingga Akhir Tahun
IHSG hari ini diperkirakan akan diperdagangkan pada resistance 7.050, pivot 7.000, dan support 6.950. Perusahaan efek itu merekomendasikan cermati peluang cuan sembilan saham berikut. Salah satunya ICBP.
Phintraco Sekuritas menjelaskan, IHSG sempat menutup gap ke 6.980 di Kamis (21/9/2023). “Dengan sentimen negatif dari pelemahan mayoritas indeks global, IHSG hari ini diperkirakan kembali terkoreksi, uji pivot area di 6.750-6.780," tulis risetnya.
Meski demikian Phintraco Sekuritas merekomendasikan peluang cuan sembilan saham. Sebab, mempertimbangkan kondisi di atas, rotasi ke saham-saham defensif diperkirakan masih berlanjut di hari ini.
Kesembilan saham tersebut adalah ICBP, MAPI, KLBF, AMRT, JPFA dan CPIN, SAME, MIKA dan SIDO.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Rupiah Masih Loyo Pagi Ini, Berpeluang Sentuh Rp18.000
-
Bisa Pesan Sekarang, Harga Emas Antam Tetap Rp2.665.000/Gram Hari Ini
-
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, Koperasi Didorong Bangun Bisnis PLTS
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini ke Level 5.800-an, BREN dan ANTM Mulai Diburu Asing
-
OJK Kaji Penguatan Pengawasan Rekening Judi Online, Lebih dari 33 Ribu Sudah Diblokir
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Cek Rincian Lengkap untuk Semua Ukuran
-
Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi
-
Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri