Suara.com - Bank Indonesia (BI) kembali membuka layanan penukaran uang receh untuk lebaran. Layanan penukaran uang receh digelar serentak seluruh Indonesia pada 15 Maret sampai 5 April 2024.
Setidaknya, ada 4.713 titik yang akan layani penukaran uang receh yang mana 4.264 titik layanan penukaran digelar oleh perbankan tersebar di seluruh Indonesia dan sisa lokasinya tersedia di website PINTAR.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marlison Hakim mengatakan, pihaknya menaikkan jumlah maksimal penukaran uang tunai dari sebelumnya Rp 3,8 juta menjadi Rp 4 juta.
"Tahun ini paket pertukaran uang lebih besar. Nah ini dibandingkan tahun lalu Rp 3,8 juta per orang sekarang Rp 4 juta per orang," ujarnya di Jakarta, Jumat (15/3/2024).
Adapun, pecahan uang yang bisa ditukarkan mulai Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000.
Secara rinci uang gepokan yang disediakan pada pecahan Rp 50.000 dengan nominal Rp 1 juta, kemudian pecahan Rp 20.000 dengan uang gepokan Rp 1 juta. Setelah itu, pecahan Rp 10.000 dengan uang gepokan Rp 1 juta.
Lalu, pecahan Rp 5.000 dengan uang gepokan Rp 500 ribu, pecahan Rp 2.000 dengan uang gepokan Rp 400 ribu, dan pecahan Rp 1.000 dengan uang Gepokan Rp 100 ribu.
"Tahun ini pecahan Rp 1.000 sampai Rp 50 ribu. Tahun lalu Rp 50 ribu nggak diikutkan, tahun ini dimasukkan penukaran uang baru walaupun tidak besar," kata dia.
Marlison menambahkan, BI menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp197,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang Rupiah pada momen Ramadan dan Idulfitri 2024.
Baca Juga: Peredaran Uang 'Banjir' di Januari 2024, Efek Pemilu?
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN