Suara.com - Bank Saqu, layanan perbankan digital dari PT Bank Jasa Jakarta, besutan Astra Financial dan WeLab, mengincar kalangan anak muda yang berbisnis dalam solopreneur.
Solopreneur Corner merupakan sebuah tempat yang dirancang khusus bagi solopreneur agar bisa kerja dengan nyaman dan praktis tanpa perlu mengeluarkan biaya banyak.
Sebagai Teman Seperjuangan segmen produktif berjiwa solopreneur, Bank Saqu memahami bagaimana sulitnya mengatur keuangan dengan baik. Hadirnya Solopreneur Corner, bertujuan untuk membantu mengelola keuangan supaya lebih terorganisir, khususnya bagi para solopreneur yang memiliki pendapatan dari berbagai sumber, namun juga tanpa sadar memiliki pengeluaran yang tidak terkelola dengan baik.
Abraham Agustinus Harahap, Kepala Divisi Pengembangan Kemitraan, PT Bank Jasa Jakarta
mengatakan menjadi solopreneur memang penuh tantangan, salah satunya adalah mengatur
keuangan dan fokus agar tetap produktif dengan berbagai usaha sampingan.
"Kami berharap Solopreneur Corner bisa menjadi lebih dari tempat kerja, tapi juga menjadi awal komunitas bagi para solopreneur untuk saling berbagi pengalaman, menjalin jaringan, dan mendapatkan inspirasi," kata Abraham dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat (22/3/2024).
Bank Saqu berupaya untuk dapat terus mengembangkan Solopreneur Corner dan memberikan akses serta fasilitas terbaik agar solopreneur Indonesia dapat semakin produktif dan mencapai aspirasi mereka.”
Bekerjasama dengan Soulfull by F&B ID, yang merupakan konsep restoran dine-in yang menawarkan pengalaman bersantap yang berbeda dan belum pernah dilakukan sebelumnya, Solopreneur Corner hadir di dua lokasi strategis, Soulfull Hub Hang Tuah, Jakarta dan Soulfull Hub Darmo, Surabaya.
Tempat ini dipilih karena lokasinya yang dekat sekali dengan pusat ekonomi dan bisnis yang sangat cocok bagi solopreneur yang ingin kerja lebih produktif dan santai, namun jauh dari kekakuan kantor.
Sebagai informasi, nasabah Bank Saqu saat ini lebih dari 43% berusia antara 20-30 tahun dengan
demografi yang yang berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung dan Surabaya. Bank Saqu
menyasar generasi muda, terutama para solopreneur di Indonesia, mencakup pemilik usaha kecil,
pekerja lepas, dan karyawan tetap dengan pekerjaan tambahan.
Baca Juga: 3 Penghargaan Tambah Daftar Prestasi Asuransi Astra, Termasuk Best Car Insurance
Segmen ini secara proaktif mencari cara untuk bertumbuh, menabung lebih banyak, berinvestasi lebih banyak, atau bahkan mengambil pinjaman untuk upaya produktif, guna mencapai lebih banyak hal positif di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam