Suara.com - Indonesian Petroleum Association (IPA) akan kembali menggelar konvensi dan pameran tahunan yang menghadirkan pemangku kepentingan sektor migas serta pelaku dan praktisi industri tersebut. Tahun ini, IPA Convex turut berupaya memberikan edukasi seputar dunia migas kepada generasi muda melalui program khusus bernama Youth Program.
Ketua Panitia IPA Convex 2024, Krishna Ismaputra, program khusus ini bertujuan untuk menarik minat generasi muda berpartisipasi aktif dalam industri migas nasional dan global.
“Kita mengembangkan youth program agar generasi muda tidak punya persepsi yang salah tentang energi, tidak salah persepsi tentang industri oil & gas, serta mengetahui betapa pentingnya sektor migas dalam pembangunan negara,” terang Krishna saat konferensi pers Road to IPA Convex 2024 di Jakarta, Selasa (7/5).
Adapun ragam program untuk generasi muda antara lain IPA Goes to Campus saat pre event, dan Students Meet CEOs serta Students Meet IPA Board saat event berlangsung.
Dalam Students Meet CEOs, ada President Director PT Pertamina Nicke Widyawati, President Director PT Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro, dan President & Group CEO PETRONAS Tan Sri Tengku Muhammad Taufik yang menjadi pembicara.
Lalu untuk program Students Meet IPA Board, direksi IPA lah yang akan menemani pengunjung berdiskusi yakni Abdulla Bu Ali dan Carole J Gali.
Di program tersebut, CEO dari perusahaan migas nasional dan global serta direksi IPA akan bertemu dengan mahasiswa dan menceritakan pengalaman mereka memimpin perusahaan serta bergelut di sektor migas. Program ini gratis bagi mahasiswa aktif.
Selain youth program, ada ragam acara lain dalam IPA Convex tahun ini seperti Pameran Fossil x Digitalization, Technology Session, serta berbagai Plenary dan Special Session. Tersedia pula pameran dari 175 perusahaan sektor migas yang akan meramaikan acara.
Baca Juga: HBGT Bakal Diperpanjang, Begini Respon Pelaku Industri Migas
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor
-
Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS
-
Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!
-
IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban
-
Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya
-
Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT
-
DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu
-
Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya
-
Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi