Suara.com - Berlokasi di Kantor Pusat Perum Bulog, Jalan Gatot Subroto No.3 Kav 49, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, pada Kamis (12/12/2024), Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menggelar acara "Pengundian Semarak RPK Point Reward 2024 di wilayah Jabar dan Jatim".
Tujuan dari penyelenggaraan program undian ini adalah meningkatkan program Rumah Pangan Kita (RPK), sebuah program binaan Perum Bulog untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur serta meningkatkan ekonomi masyarakat. Sekaligus apresiasi bagi para anggota pelaku bisnis RPK.
Seperti disebutkan Febby Novita, Direktur Bisnis PT Bulog selesai seremoni peresmian pengundian RPK Point Reward 2024 bahwa kisah-kisah sukses RPK dari nothing menjadi something sudah banyak ditemui.
"Dari yang omzet Rp 5 jutaan sampai miliaran juga ada," paparnya.
Menurutnya, RPK sebagai bagian passive income atau pemasukan pasif keluarga mampu memberikan benefit atau keuntungan kepada para anggotanya. Antara lain yang mendapatkan laba dari penjualan beras RPK. Bila tadinya hanya berbilang omzet Rp 5 juta bisa miliaran.
"Bulog memiliki binaan Rumah Pangan Kita atau RPK, di mana sebenarnya Rumah adalah milik masyarakat. Kami bina untuk belajar entrepreneur, yang dijual adalah bahan pangan pokok. Misalnya beras, gula, minyak, dan lain-lain," jelas Febby Novita.
Dengan harga jual yang memiliki margin, meski pun ada Harga Eceran Terendah (HET), maka anggota RPK bisa mendapatkan laba. Antara lain untuk penjualan beras top of line, yaitu brand SPHP, serta beras brand lain.
"Semuanya tersedia di seluruh jaringan outlet di ritel Bulog mau pun di ritel modern. Mungkin orang tidak mengenal itu dari Bulog, namun sebenarnya adalah milik Bulog, diambil dari petani dalam negeri, pangan dalam negeri, dan dalam program Pengundian Semarak RPK Point Reward tadi intinya kami memberi apresiasi bahwa mereka sudah membantu menjual, mendistribusikan produk-produk dalam negeri buatan Bulog," tandas Febby Novita.
Ditambahkkanya bahwa saat ini anggota RPK sudah mencapai lebih dari 21 ribu pebisnis.
Baca Juga: Dalam Upaya Wujudkan Swasembada Pangan Nasional, TNI AD Menyatakan Siap Dukung Kementan
"Dan terus bertambah karena sekarang masyarakat sudah mulai melihat banyak benefit yang bisa mereka dapatkan. Bahan pangan atau bahan pokok yang bisa didapat dan mereka bisa menjual, tetap ada margin buat mereka," urainya.
Untuk menjadi anggota RPK, tidaklah sulit. Cukyp dengan dokumen pengenal Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak perlu punya toko, bisa diletakkan di garasi saja, dan untuk jumlah tertentu, ada layanan pengiriman atau antar ke rumah. Hal ini makin mantap karena didukung aplikasi MyRPK untuk melakukan pemesanan bahan pokok yang akan dijual kembali.
"Cita-cita kami satu RT atau satu RW di setiap perumahan ada 1 RPK. Kami juga masih terus memberikan sosialisasi, RPK Award, dan gathering, yang membuat bisnis terus baik. Juga kami kerja sama dengan komunitas-komunitas, Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), Pemda, yayasan, bahkan sampai masjid, juga agen perbankan, sampai kepada TNI, dan Babinsa," ungkap Febby Novita.
Ia menggarisbawahi, bahwa bisnis bersama RPK sangat menjanjikan, tergantung Bulog mengelolanya. Sharing keberhasilan para pelaku usaha terus dilakukan, sehingga RPK bisa terus menjadi passive income yang menjanjikan.
Selamat bagi para pemenang undian RPK Point Reward 2024, dan selalu semangat menularkan jiwa wirausahanya!
Berita Terkait
-
Bulog dan CT ARSA Foundation Berkolaborasi Bagikan 500 Paket Pangan untuk Penyandang Disabilitas
-
Rapat Koordinasi Terbatas Transformasi Kelembagaan Bulog: Persiapan Indonesia Menuju Swasembada Pangan 2027
-
Bulog Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemkab Bengkalis, Bukti Komitmen Ketersediaan dan Keterjangkauan Komoditi
-
Bulog Apresiasi AgenBRILink: Bantu Jaga Ketahanan Pangan Nasional Hingga ke Pelosok
-
Kunjungan Perdana Menko Pangan di Gudang Bulog: Pastikan Stok Beras Aman dan Ingin Wujudkan Swasembada Pangan
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi
-
Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong
-
IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha