Suara.com - Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, Perum BULOG melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bulog Aksi Berbagi bekerja sama dengan CT ARSA Foundation menyalurkan 500 paket komoditi pangan kepada para penyandang disabilitas di Jakarta. Paket bantuan tersebut terdiri dari beras, gula, dan minyak goreng, dan diserahkan kepada Yayasan Mitra Netra di Jakarta Selatan, Yayasan Mitra Netra, dan Rumah Autis di Jakarta Utara.
Direktur Human Capital Bulog Sudarsono Hardjosoekarto hadir langsung dalam acara penyerahan bantuan yang berlangsung pada hari Selasa, 03 Desember 2024 WIB. Ikut serta hadir juga Sekretaris CT ARSA Foundation Titin Rosmasari dan Ketua Pengurus Yayasan Mitra Netra Bambang Basuki.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Bulog untuk mendukung inklusi sosial dan memberikan perhatian kepada komunitas disabilitas. Pada Kolaborasi ini, Bulog ingin memastikan penyandang disabilitas mendapatkan dukungan dan akses terhadap kebutuhan dasar seperti pangan, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.
Dalam kesempatan ini, Sudarsono Hardjosoekarto menyampaikan, “Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, Bulog Peduli, sesuai dengan tagline Bulog mengantarkan kebaikan, kami bekerjasama dengan CT ARSA Foundation dan juga Yayasan Mitra Netra yang ada di Jakarta Selatan ini, bersama dengan masyarakat lain memberikan bantuan santunan peduli kepada saudara-saudara kita disabilitas, khususnya tunanetra dan disabiltas yang lain”.
“Dan tentu saja kita berpikir jangka panjang bahwa Yayasan Mitra Netra memberikan keterampilan, bahkan sampai kepada teknologi terkini melalui jaringan pendidikan online yang menjangkau seluruh indonesia. Tentu ini sejalan dengan Bulog Mengantarkan Kebaikan, mudah-mudahan ini akan terus kerjasama dimasa yang akan datang”, ujarnya.
Penyandang disabilitas merupakan bagian penting dari masyarakat yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Namun, untuk mengoptimalkan potensi tersebut, mereka memerlukan dukungan nyata, akses yang setara, serta perhatian terhadap kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan.
Ketua Yayasan Mitra Netra Bambang Basuki menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Perum BULOG dan CT ARSA Foundation. Dia pun berharap kegiatan tidak berhenti di sini saja. Berharap agar selain menyalurkan sembako, Bulog juga bisa merekrut alumni Yayasan Mitra Netra untuk bekerja di lembaga tersebut. "Ini upaya pemenuhan hak pangan penyandang disabilitas dari Bulog, tapi tidak menutup kerja sama di bidang lain. Ada hak pendidikan, hak pekerjaan. Saya harap bisa dipertimbangkan Bulog menampung alumi Mitra Netra," ujarnya
Dalam sambutannya, Titin Rosmasari menyampaikan "Bulog ada komitmen tinggi dan selaras dengan cita-cita CT ARSA Foundation yakni berbagi dengan sesama, saling bantu. Bulog tidak hanya komitmen tinggi tapi ada upaya luar biasa untuk istiqomah di jalan ini, pendidikan berkualitas juga berbagi dengan mereka yang kurang mampu." Titin menambahkan dirinya berharap kerja sama dengan Bulog bisa terus berjalan lewat program-program lain di masa mendatang.
Inisiatif ini sejalan dengan Pilar Pembangunan Sosial TJSL BULOG, khususnya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) TPB 1: Tanpa Kemiskinan. Dengan memberikan akses pangan yang layak, BULOG berharap dapat berkontribusi pada upaya menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Kolaborasi dengan CT ARSA Foundation merupakan salah satu upaya BULOG untuk memperluas jangkauan dan dampak program sosialnya. Bersama-sama, kedua institusi ini menyalurkan bantuan dengan harapan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap komunitas disabilitas.
Melalui kegiatan ini, Bulog mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih peduli dan memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas. Dengan memberikan mereka akses yang setara, BULOG percaya bahwa komunitas disabilitas dapat memainkan peran penting dalam membangun masyarakat yang lebih kuat dan inklusif.
Berita Terkait
-
Rapat Koordinasi Terbatas Transformasi Kelembagaan Bulog: Persiapan Indonesia Menuju Swasembada Pangan 2027
-
Program Bulog Hijau: Tanam 570 Bibit Mangrove di Bali, Selamatkan Ekosistem Pesisir
-
Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Teken Kerjasama dengan NCL I.P, Timor Leste
-
Bulog Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemkab Bengkalis, Bukti Komitmen Ketersediaan dan Keterjangkauan Komoditi
-
Bulog Apresiasi AgenBRILink: Bantu Jaga Ketahanan Pangan Nasional Hingga ke Pelosok
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's
-
DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga
-
IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara
-
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
-
Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara
-
Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas
-
Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina
-
Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor