Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berkomitmen untuk mendukung program pemerintah mencapai target 3 juta rumah per tahun melalui penguatan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dan inovasi produk bata interlock presisi.
Produk turunan dari semen hijau SIG ini berhasil memikat para pengembang perumahan dan sektor
perbankan karena dinilai sebagai solusi tepat untuk pembangunan rumah yang ramah lingkungan
dengan proses yang mudah, cepat dan efisien.
Dalam kunjungan ke Rumah Contoh Bata Interlock Presisi SIG di Bambu Apus, Jakarta Timur beberapa waktu lalu, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Junaidi Abdillah mengapresiasi inovasi bata interlock presisi SIG untuk mempercepat pembangunan perumahan dalam rangka menyukseskan program 3 juta rumah.
”Proses pembangunan rumah dengan bata interlock presisi SIG sangat cepat dan hasilnya sangat bagus, serta efisien dalam hal pengecatan dan pengacian, hanya menggunakan varnish. Produknya juga halus, jadi bisa langsung ditempati. Ini adalah teknologi yang patut disebarluaskan ke seluruh pengembang,” kata Junaidi Abdillah dikutip Senin (6/12/2024).
Ketua Umum DPP Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA), Ari Tri Priyono menyebut bata interlock presisi adalah terobosan baru yang luar biasa dari SIG.
Menurutnya, jika dilihat dari hasil akhir, kualitas bata interlock presisi tidak hanya cocok digunakan
untuk rumah dengan skema pembiayaan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), tetapi
juga sangat layak untuk rumah komersial.
“Presisinya bagus, kualitasnya bagus. Jadi bata interlock presisi ini sangat tepat untuk mendukung
pembangunan 3 juta rumah. Proses pengerjaannya juga cepat, dua puluh satu hari bisa selesai.
Bahkan, mungkin kalau tukangnya lebih cepat, mungkin bisa dua pekan sudah selesai. Ini sangat
membantu program 3 juta rumah untuk rakyat apalagi dikerjakan oleh SIG, BUMN yang tentu
memiliki perhatian untuk mendukung pembangunan negara. Kami dari asosiasi sangat menghargai
dan mendukung penuh. Ini akan kami sosialisasikan ke anggota kami,” kata Ari Tri Priyono.
Ketua Umum Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (ASPRUMNAS), M. Syawali P.
turut mengungkapkan rasa senangnya dapat berkunjung dan melihat langsung aplikasi produk bata
interlock presisi yang dinilai sangat praktis, efektif dan efisien.
“Saya melihat bata interlock presisi ini memiliki keunggulan dari segi kecepatan, kerapihan, dan
biaya yang lebih efisien karena bisa dikerjakan dengan sedikit tenaga kerja. Semoga ke depannya
bata interlock presisi ini terus meningkatkan kualitas dan mutunya yang menjamin keselamatan jiwa.
Karena tadi saya lihat rumah contoh itu bagus sekali, halus dan sangat efektif,” kata M. Syawali P.
Perwakilan pengembang, Joko Santosa yang merupakan CEO Asatu Corporation, berbagi
pengalaman membangun hunian percontohan nasional MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah)
ramah lingkungan yang bekerja sama dengan ekosistem perumahan Kementerian PUPR, Pemda
Kendal, Bank Tanah, BP Tapera, SMF dan BTN menggunakan bata interlock presisi di Kendal,
Jawa Tengah. Menurutnya, penggunaan bata interlock presisi membuat biaya pembangunan lebih efisien, hasil konstruksi yang kokoh dengan tampilan yang estetis, serta mampu mengondisikan
udara dalam ruangan tetap sejuk baik siang maupun di malam hari.
“Keunggulan lainnya yang paling penting bagi kami adalah kecepatan waktu pengerjaan. Jadi, kami
bisa membangun dua kali lebih cepat daripada waktu jika kami membangun memakai material
konvensional biasanya. Kalau dari sisi efisiensi biaya kurang lebih mencapai 35%, baik biaya
material ataupun tukang. Kalau tukang, biasanya kami membangun dengan waktu delapan minggu
untuk satu rumah. Nah, ini cukup dua minggu bangunannya sudah selesai,” ungkap Joko Santosa.
Direktur Utama SIG, Donny Arsal, menyampaikan terima kasih kepada BTN dan para pengembang
yang telah berkunjung ke Rumah Contoh Bata Interlock Presisi, sehingga SIG dapat
memperkenalkan teknologi bata interlock presisi. SIG meyakini, berkumpulnya para pemangku
kepentingan di bidang perumahan ini didasari oleh kesamaan visi untuk menghadirkan hunian yang
ramah lingkungan, berkualitas dan terjangkau untuk masyarakat.
Setelah memperkenalkan Rumah Contoh Bata Interlock Presisi tipe 36 di Ibu Kota Nusantara (IKN)
pada Agustus lalu, kini SIG menghadirkan Rumah Contoh Bata Interlock Presisi tipe 36 dan tipe 57
di Bambu Apus, Jakarta Timur.
Bata interlock presisi merupakan hasil penelitian terapan dengan mekanisme kerja yang saling mengunci antar balok seperti sistem lego. Penggunaan bata interlock presisi memberikan banyak keuntungan dalam pembangunan rumah dibandingkan material konvensional, karena lebih efisien dalam penggunaan material, lebih mudah dalam pengaplikasian yang membuat durasi pembangunan lebih cepat, serta telah dinyatakan ramah gempa.
Selain rumah contoh, SIG juga mengaplikasikan solusi beton inovatif berbasis semen hijau, seperti
solusi beton dekoratif, dan paving block berpori sebagai solusi kawasan tergenang. Hadirnya
material bahan bangunan ramah lingkungan yang bisa mempercepat konstruksi rumah tersebut,
diharapkan menjadi solusi konkret untuk mendukung Pemerintah menghadirkan hunian yang layak
bagi masyarakat. Semangat ini sejalan dengan arahan Kementerian BUMN untuk menghadirkan
solusi perumahan yang terjangkau dan berkelanjutan
”Untuk mendukung pemerintah memenuhi target pembangunan 3 juta rumah per tahun dibutuhkan
kolaborasi seluruh pihak dan tentunya inovasi teknologi. Bata interlock presisi merupakan teknologi
yang mengubah metode pembangunan rumah menjadi lebih mudah, cepat dan efisien, dengan
kualitas konstruksi yang kokoh dan tampilan yang modern, sehingga memberikan nilai tambah bagi
pengembang dan pemilik rumah,” ujar Donny Arsal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada
-
Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026
-
Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?
-
Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM