Suara.com - Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Nestlé Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di tempat kerja.
Melalui acara talkshow inspiratif bertajuk "International Women's Day 2025: #AccelerateAction," perusahaan ini merayakan pencapaian perempuan dalam berbagai peran dan mendorong langkah-langkah nyata untuk mencapai kesetaraan gender yang lebih besar.
Acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh inspiratif, termasuk Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Perekonomian, Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dan Pemerintah Daerah Wilayah I Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Eni Widayanti, S.E., M.P.P., M.S.E., peraih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020 Greysia Polii, Head of Strategic Partnerships & Corporate Communications Emtek Media Desy Bachir, dan Business Unit Controller PT Nestlé Indonesia Tita Nuraini Kusumaningrum, ini menjadi bukti nyata upaya Nestlé Indonesia dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung perkembangan karir perempuan.
Presiden Direktur Nestlé Indonesia, Samer Chedid, menegaskan bahwa dukungan terhadap peran perempuan bukan hanya seremonial, tetapi tertanam dalam nilai-nilai perusahaan. "Di Nestlé Indonesia, kami mendukung dan merayakan peran perempuan setiap hari, bukan hanya di momen spesial seperti hari ini, tetapi pada keseluruhan dari nilai-nilai kami," ujar Samer dalam keterangannya dikutip Jumat (28/3/2025).
Salah satu bukti nyata komitmen ini adalah pencapaian perusahaan dalam menempatkan perempuan di posisi manajerial. Saat ini, sekitar 44% posisi manajerial di Nestlé Indonesia diduduki oleh perempuan, sebuah angka yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam menciptakan peluang yang setara bagi semua talenta.
"Diversity and inclusion is in our DNA," ungkap Fahrul Irvanto, Direktur Human Resources Nestlé Indonesia. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan, fasilitas, dan aktivitas di tempat kerja untuk memastikan keberlanjutan kesetaraan gender.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mengapresiasi langkah Nestlé Indonesia dalam mendukung pemberdayaan perempuan. Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Perekonomian, Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dan Pemerintah Daerah Wilayah I Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Eni Widayanti, S.E., M.P.P., M.S.E., berharap Nestlé Indonesia dapat menjadi contoh dan mentor bagi perusahaan lain dalam mengimplementasikan kebijakan yang mendukung perempuan di dunia kerja.
Greysia Polii, peraih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020, juga berbagi inspirasi tentang pentingnya dukungan dan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk meraih potensi maksimal mereka.
Nestlé Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat inisiatif kesetaraan gender melalui berbagai program dan kebijakan. Perusahaan ini juga membuka diri untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi masyarakat, untuk menciptakan dampak yang lebih besar bagi perempuan di Indonesia.
Baca Juga: Tips Memilih Webinar Pengembangan Diri Perempuan Indonesia
Melalui langkah-langkah nyata ini, Nestlé Indonesia berharap dapat berkontribusi pada terciptanya masa depan yang lebih inklusif dan adil bagi semua, di mana perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi.
Informasi saja, perusahaan multinasional tersebut mengklaim bahwa pada tahun 2024 telah mengurangi emisi karbon sebesar 20,38 persen dibandingkan pada 2018. Kolaborasi, misalnya dengan pemasok bahan baku dan distributor, menjadi pendekatan utama Nestlé untuk mengurangi emisi.
Salah satu strategi adalah Landscape Initiative di mana Nestlé bekerjasama dengan petani kelapa sawit, memastikan kelapa sawit diproduksi tanpa deforestasi.
Strategi lain adalah RegenTa, bagian dari Nescafe Plan 2030, yang bertujuan mendorong praktik keberlanjutan di 2.000 petani kopi Lampung.
Dalam upaya mengurangi limbah plastik, Nestlé mencatat penurunan penggunaan plastik virgin sebesar 21,3 persen sejak 2018 secara global. Langkah lain yang dilakukan adalah mendirikan TPS3R Baraya Runtah di Karawang untuk mengurangi jumlah sampah rumah tangga yang dikirim ke TPA.
Fasilitas ini mengelola sekitar 4,8 ton sampah per hari dari 4.000 rumah tangga. Di sektor energi, Nestlé menyatakan bahwa 95,3 persen listrik yang digunakan di fasilitas manufakturnya secara global telah bersumber dari energi terbarukan. Nestlé menargetkan penurunan emisi 50 persen pada 2030 dan net zero pada 2050.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Sudaryono Copot 137 Kepala Dapur MBG, Penyebabnya Keracunan hingga Ngentit Uang
-
Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi
-
Kabar Bagus! Harga Minyak Dunia Turun Usai AS - Iran Mau Berunding Lagi
-
15 Ide Lomba 17 Agustus yang Cocok untuk Semua Usia, Seru dan Tidak Membosankan
-
Berburu Kursi Empuk, Trik Pragmatis Golkar 'Anti-Oposisi' Demi Amankan Kekuasaan
-
Harda Tak Soal Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Jamin Tak Ada PHK PPPK
-
Cerita dari Taman Puring: Begini Serunya Mengikuti Latihan Komunitas Parkour Jakarta
-
Apakah Implora Jelly Tint Tahan Lama? Ini Klaim dan Review Jujur Pengguna
-
Buntut Sidak Jalan Suryakencana, Wawali Jenal Mutaqin Evaluasi Bagi Hasil Juru Parkir
-
Misteri Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Propam Dalami Peran Brigadir IH