- Harga minyak dunia turun pada Senin pagi setelah Presiden Trump berjanji mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
- Meski ada upaya negosiasi, harga minyak tetap bertahan di atas 100 dolar per barel karena belum tercapai kesepakatan damai.
- OPEC+ berencana meningkatkan produksi minyak pada Juni, namun pasokan global tetap terganggu akibat ketidakpastian konflik di Selat Hormuz.
Suara.com - Harga minyak dunia mengalami sedikit penurunan pada perdagangan Senin (4/5/2026) pagi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengupayakan kapal-kapal di Selat Hormuz dan upaya negosiasi yang dibuka oleh pihak Iran dengan AS.
Meski demikian, belum adanya kesepakatan damai yang permanen antara AS dan Iran membuat harga minyak tetap tertahan di level tinggi di atas $100 per barel.
Hingga pukul 23.08 GMT, harga minyak mentah berjangka jenis Brent turun 64 sen atau 0,59% ke level $107,53 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di posisi $101,10 per barel, turun 84 sen atau 0,82% setelah sebelumnya juga mencatatkan kerugian signifikan pada akhir pekan lalu.
Melalui unggahan di media sosial Truth Social pada hari Minggu (Senin Pagi WIB), Donald Trump menegaskan komitmennya untuk mencairkan kebuntuan logistik di jalur perairan paling vital di dunia tersebut.
"Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal mereka keluar dari jalur air yang terbatas ini dengan aman, sehingga mereka dapat menjalankan bisnisnya dengan bebas dan cakap," tulis Trump.
Langkah ini dilihat pasar sebagai upaya meredam ketegangan pasokan energi global. Namun, para analis menilai sentimen ini masih bersifat sementara karena lalu lintas di Selat Hormuz pada faktanya masih sangat terbatas dan ancaman blokade belum sepenuhnya hilang.
Negosiasi Nuklir dan Kebuntuan Diplomasi
Meskipun komunikasi antara Washington dan Teheran terus berlanjut sepanjang akhir pekan, kedua belah pihak dilaporkan masih menemui jalan buntu pada poin-poin krusial. Analis dari ANZ menyebutkan bahwa pembicaraan damai terhenti karena kedua belah pihak menolak untuk melunakkan "garis merah" (batasan) masing-masing.
Baca Juga: Modus Dua Sejoli Jadi Atlet NBA, Tipu Banyak Korban hingga Raup Rp56 Miliar
Donald Trump menjadikan kesepakatan nuklir baru dengan Teheran sebagai prioritas utama. Di sisi lain, Iran mengajukan proposal untuk mengesampingkan isu nuklir hingga perang berakhir dan kedua belah pihak sepakat untuk mencabut blokade pelayaran di Teluk secara timbal balik.
Respons OPEC+ dan Gangguan Pasokan
Di tengah krisis ini, organisasi negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya (OPEC+) menyatakan akan menaikkan target produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari pada Juni mendatang.
Ini merupakan kenaikan bulanan ketiga secara berturut-turut yang dilakukan oleh tujuh anggota organisasi tersebut.
Kenaikan volume produksi ini sebenarnya sama dengan kesepakatan pada bulan Mei, dikurangi pangsa Uni Emirat Arab (UEA) yang telah resmi keluar dari OPEC pada 1 Mei lalu. Namun, para pakar energi menilai tambahan pasokan ini sebagian besar hanya akan ada "di atas kertas".
Selama konflik bersenjata masih mengganggu pasokan minyak melalui Selat Hormuz, tambahan produksi tersebut akan sulit menjangkau pasar global secara efektif.
Berita Terkait
-
Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran
-
Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar
-
Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab
-
Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?
-
AS Bayar AI Rp1,6 Triliun untuk Berburu Ranjau Iran di Selat Hormuz
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Luhut Warning Prabowo: Ancaman Ekonomi Mengintai RI Setelah Juli 2026
-
Sah! OJK Restui Jeffrey Hendrik Jadi Bos BEI 2026-2030, Ini Susunan Lengkap Direksinya
-
IHSG Sesi I Merosot 1,06% ke Level 6.154, Saham Sektor Infrastruktur Jadi Biang Kerok
-
Minyak Dunia Anjlok di Bawah 80 Dolar AS, Pertamina Buka Suara soal Harga Pertamax Series!
-
Besok Diumumkan, MSCI Ancam Turunkan Status RI? Dana Asing Rp230 T Bakal Kabur?
-
Ramai-Ramai Mundur, Panselnas Akhirnya Hapus Denda Rp100 Juta Manajer Koperasi Desa Merah Putih
-
Operasional 2 Perusahan Ini Disetop Diduga Tawarkan Jasa Penipuan Pinjol
-
Dunia Kerja Berubah! Ini 5 Kompetensi yang Dicari Perusahaan di Era AI
-
Purbaya Kantongi Utang Rp 302,8 T dari China, Biayai Proyek Pemerintah hingga 2029
-
APWNU Gandeng Investor, Siapkan Sejumlah Program Ekonomi Baru