- Analis Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas batangan di Jakarta akan mencapai rekor Rp3.300.000 per gram pada kuartal kedua 2026.
- Lonjakan harga emas tersebut didorong oleh ketegangan geopolitik global, dinamika politik Amerika Serikat, serta kebijakan bank sentral yang tidak menentu.
- Kombinasi ketegangan militer dan perang dagang menjadikan emas sebagai aset investasi aman utama bagi investor saat terjadi ketidakpastian global.
Suara.com - Harga emas diproyeksikan akan terus mengalami kenaikan pada kuartal II tahun 2026. Analis Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan ketidakpastian global yang kian memanas, berimbas peralihan pada investasi aset yang dinilai aman (safe haven).
Bahkan, harga emas akan mencatatkan rekor baru sebagai dampak langsung dari eskalasi konflik di berbagai belahan dunia yang memengaruhi sentimen pasar secara signifikan.
"Pediksi harga emas untuk jenis logam mulia batangan berpotensi menyentuh angka fantastis Rp 3.300.000 per gram pada semester pertama, khususnya di kuartal kedua," katanya dalam analisisnya di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Lonjakan, signifikan ini dipicu oleh dominasi faktor geopolitik yang menyumbang pengaruh
sebesar 50 persen terhadap fluktuasi pasar saat ini. Apalagi, faktor perpolitikan di Amerika Serikat dan kebijakan bank sentral global juga kian memanas.
Ibrahim menjelaskan, bahwa ada lima faktor utama yang menggerakkan harga emas saat ini. Pertama adalah geopolitik, kedua perpolitikan di Amerika Serikat. Ketiga perang dagang, keempat kebijakan bank sentral global
"Kelima adalah faktor permintaan dan penawaran (supply and demand) dalam sesi analisis pasar," jelasnya.
Dia menamabhkan kondisi geopolitik di Timur Tengah yang semakin meruncing menjadi sorotan utama. Ibrahim mengutip pernyataan dari Garda Revolusi yang mengisyaratkan kemungkinan terjadinya perang panjang.
Selain itu, tensi semakin memanas dengan kesiapan Amerika Serikat, di bawah pengaruh Donald Trump, yang mulai mempersiapkan misil-misil supersonik sebagai kekuatan militer.
"Artinya apa? Perang kemungkinan besar akan terjadi, bahkan bisa saja terjadi pada minggu depan. Jika melihat dari penguatan dolar dan harga minyak dunia, harga emas dunia saat ini memang cenderung fluktuatif bahkan sempat melemah, namun tren jangka panjangnya tetap menguat," tambah Ibrahim.
Baca Juga: 5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko
Kombinasi antara ketegangan militer dan perang dagang global diprediksi akan menjadi katalis utama yang mendorong investor beralih ke emas. Ibrahim memproyeksikan secara teknikal bahwa harga emas dunia di kuartal kedua dapat mencapai level 5.400 dolar AS, sementara logam mulia fisik akan stabil meroket di angka Rp 3.300.000 per gram.
Ibrahim mengingatkan para investor diharapkan waspada terhadap lonjakan harga emas hari ini yang dipengaruhi kebijakan ekonomi global.
"Selama faktor geopolitik dan supply and demand tetap tidak stabil, emas akan tetap menjadi instrumen investasi aman utama bagi masyarakat di tengah ancaman resesi dan perang global," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris
-
Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL
-
Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI
-
Layani 301 Ribu Penumpang, ASDP Perbesar Pelabuhan Tanjung Uban
-
Emiten Teknologi ELIT Tahan Dividen untuk Ekspansi Bisnis
-
PGN-BRIN Kembangkan Minapadi Salin, Bidik Hasil Padi 7 Ton per Hektare
-
Panggil Seluruh Bos Himbara, Prabowo Tagih Peran Himbara ke Ekonomi
-
Mulai 1 Juli 2026, Transfer Valas ke Luar Negeri dan Pembelian Dolar Diawasi Lebih Ketat
-
Prabowo Minta Bank Himbara Tak Hanya Kejar Laba, tapi Juga Rangkul UMKM
-
Lega! MSCI Tak Jadi Turunkan Bursa RI ke Frontier Market