Bisnis / Keuangan
Senin, 04 Mei 2026 | 07:40 WIB
Harga emas diproyeksikan akan terus mengalami kenaikan. (pixabay.com)
Baca 10 detik
  • Analis Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas batangan di Jakarta akan mencapai rekor Rp3.300.000 per gram pada kuartal kedua 2026.
  • Lonjakan harga emas tersebut didorong oleh ketegangan geopolitik global, dinamika politik Amerika Serikat, serta kebijakan bank sentral yang tidak menentu.
  • Kombinasi ketegangan militer dan perang dagang menjadikan emas sebagai aset investasi aman utama bagi investor saat terjadi ketidakpastian global.

Suara.com - Harga emas diproyeksikan akan terus mengalami kenaikan pada kuartal II tahun 2026. Analis Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan ketidakpastian global yang kian memanas, berimbas peralihan pada investasi aset yang dinilai aman (safe haven).

Bahkan, harga emas akan mencatatkan rekor baru sebagai dampak langsung dari eskalasi konflik di berbagai belahan dunia yang memengaruhi sentimen pasar secara signifikan.

"Pediksi harga emas untuk jenis logam mulia batangan berpotensi menyentuh angka fantastis Rp 3.300.000 per gram pada semester pertama, khususnya di kuartal kedua," katanya dalam analisisnya di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Ilustrasi investasi emas, gambar emas batangan. (Tim Desain Suara.com)

Lonjakan, signifikan ini dipicu oleh dominasi faktor geopolitik yang menyumbang pengaruh
sebesar 50 persen terhadap fluktuasi pasar saat ini. Apalagi, faktor perpolitikan di Amerika Serikat dan kebijakan bank sentral global juga kian memanas.

Ibrahim menjelaskan, bahwa ada lima faktor utama yang menggerakkan harga emas saat ini. Pertama adalah geopolitik, kedua perpolitikan di Amerika Serikat. Ketiga perang dagang, keempat kebijakan bank sentral global

"Kelima adalah faktor permintaan dan penawaran (supply and demand) dalam sesi analisis pasar," jelasnya.

Dia menamabhkan kondisi geopolitik di Timur Tengah yang semakin meruncing menjadi sorotan utama. Ibrahim mengutip pernyataan dari Garda Revolusi yang mengisyaratkan kemungkinan terjadinya perang panjang.

Selain itu, tensi semakin memanas dengan kesiapan Amerika Serikat, di bawah pengaruh Donald Trump, yang mulai mempersiapkan misil-misil supersonik sebagai kekuatan militer.

"Artinya apa? Perang kemungkinan besar akan terjadi, bahkan bisa saja terjadi pada minggu depan. Jika melihat dari penguatan dolar dan harga minyak dunia, harga emas dunia saat ini memang cenderung fluktuatif bahkan sempat melemah, namun tren jangka panjangnya tetap menguat," tambah Ibrahim.

Baca Juga: 5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko

Kombinasi antara ketegangan militer dan perang dagang global diprediksi akan menjadi katalis utama yang mendorong investor beralih ke emas. Ibrahim memproyeksikan secara teknikal bahwa harga emas dunia di kuartal kedua dapat mencapai level 5.400 dolar AS, sementara logam mulia fisik akan stabil meroket di angka Rp 3.300.000 per gram.

Ibrahim mengingatkan para investor diharapkan waspada terhadap lonjakan harga emas hari ini yang dipengaruhi kebijakan ekonomi global. 

"Selama faktor geopolitik dan supply and demand tetap tidak stabil, emas akan tetap menjadi instrumen investasi aman utama bagi masyarakat di tengah ancaman resesi dan perang global," pungkasnya.

Load More