Suara.com - Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Yassierli menegaskan, Aset besar perusahaan adalah karyawan. Menurutnya, karena karyawan adalah aset besar, maka keselamatan dan kesehatannya dalam melakukan pekerjaan, harus jadi perhatian.
Budaya Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (K3), harus dibangun dengan baik oleh perusahaan.
Dalam sambutannya di ajang World Safety Organization Indonesia Safety Culture Award (WISCA) 2025, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Mei 2025, Menaker mengingatkan agar rasa sayang dan peduli peduli terhadap karyawan yang merupakan aset perusahaan, harus dijaga.
"Kita sayang dengan aset besar kita itu adalah, tenaga kerja. Karena itulah kita care (peduli). Bukan karena kalau saya tidak peduli, nanti kecelakaan kerja nanti kemudian saya diomelin atau dipecat sama komisaris. Bukan karena itu esensinya," kata Yassierli.
Yassierli juga menyampaikan soal pentingnya hubungan industrial yang harmonis, sebagai kunci dalam membangun budaya K3 yang kuat di Indonesia, serta transformasi budaya K3 yang menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
WISCA merupakan acara tahunan yang merupakan bentuk apresiasi terhadap perusahaan-perusahaan untuk praktik terbaik dalam penerapan aspek K3, dan menjadikan K3 sebagai budaya di Perusahaan. Tahun ini, tema yang diusung adalah ‘Dampak Teknologi terhadap Keselamatan.'
Dalam kesempatan yang sama, Chairman World Safety Organization (WSO) Indonesia, Soehatman Ramli menambahkan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam memperkuat penerapan K3 di perusahaan.
"Kami berharap perusahaan-perusahaan yang memperoleh penghargaan dalam WISCA 2025 bisa menjadi role model bagi perusahaan lain yang belum menerapkan Budaya K3," imbuh dia.
PT Kideco Jaya Agung (Kideco), anak perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk, meraih penghargaan Level 4 Gold dalam WISCA 2025. Penghargaan diberikan langsung oleh Board of Advisor WSO Indonesia, Triyono Rakhmadi, kepada Health, Safety and Environment Division Head Kideco, Ayub Zalman.
Baca Juga: Menaker Minta Maaf BHR Ojol "Cuma Recehan", Janji Evaluasi Total
Ayub Zalman, pada kesempatan yang sama, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus menerapkan budaya keselamatan kerja, yang unggul dan berkelanjutan
"Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Kideco dalam menerapkan budaya keselamatan kerja yang unggul dan berkelanjutan. Ini merupakan wujud nyata dari dedikasi seluruh tim, yang akan terus menjadi motivasi kami, untuk meningkatkan standar keselamatan pada setiap aspek pekerjaan, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan optimal," imbuh dia.
Sebelumnya, Menaker menyerukan pentingnya membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui penguatan hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha dan pekerja/buruh.
"Kunci budaya K3 yang kuat adalah hubungan industrial yang harmonis. Pengusaha harus peduli pada pekerjanya, dan pekerja juga memikirkan keberlanjutan perusahaannya," tegas dia.
Yassierli mengatakan, berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, angka kecelakaan kerja di Indonesia masih cukup tinggi dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2022, tercatat sebanyak 298.137 kasus kecelakaan kerja, kemudian melonjak menjadi 370.747 kasus pada tahun 2023. Hingga Oktober 2024 saja, jumlah kecelakaan yang tercatat sudah mencapai 356.383 kasus.
Ia pun menyebut bahwa angka ini belum mencakup sektor informal dan perusahaan yang belum terdaftar, yang mana saat ini diperkirakan baru sekitar 30 persen dari total perusahaan di Indonesia.
"Kalau semua kecelakaan kerja tercatat, jumlahnya bisa jauh lebih besar. Ini jadi cermin bahwa masih ada PR besar. Kita belum menanamkan budaya kerja yang benar-benar peduli keselamatan," katanya.
Ia juga menekankan bahwa budaya K3 tidak cukup dibangun lewat regulasi saja. Diperlukan komitmen bersama untuk menciptakan tempat kerja yang aman, manusiawi, dan berkelanjutan.
"K3 itu bukan hanya compliance (saya harus), tapi harus naik level menjadi care (saya peduli). Dan itu tumbuh dari hubungan kerja yang sehat," pungkas dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan
-
Back-to-Back Juara! Kemenangan Fajar/Fikri di China Open 2026 Jadin Titik Balik Ganda Putra RI
-
Undang Wapres Hingga Dedi Mulyadi, Festival Merah Putih Kota Bogor Siap Digelar 9 Agustus
-
Kapitra Ampera Sebut Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Maling Gede
-
Misi Lahirkan Srikandi Baru, Kejurnas Panahan Junior 2026 Diikuti 906 Atlet dari 29 Provinsi
-
Penyelundupan Sabu 2 Kg dari Aceh ke Jakarta Gagal di Bandara Pekanbaru
-
Mencekam! Buaya Situ Habibi Sukabumi Terekam Menerkam Anak Sapi di Depan Wisatawan
-
Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir
-
Dari Gurih hingga Pedas, Menu Flavor Shake-Up Ajak Pecinta Kuliner Eksplorasi Beragam Rasa