Suara.com - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mengundang seluruh pelaku bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan mitra pemerintah daerah se-Pulau Bangka, guna mengatasi permasalahan antrean panjang kendaraan di SPBU daerah itu.
"Pemanggilan pelaku bisnis SPBU dan mitra pemerintah seperti Pertamina, BPH Migas, Hiswana Mingas dan BRI ini untuk menindaklanjuti laporan serta keluhan masyarakat," kata Hidayat Arsani di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengaku menerima banyak keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan solar sehingga menimbulkan antrean panjang kendaraan di SPBU, masalah BRIZI yang sering merugikan dan terakhir masalah premanisme.
"Ini respons atas keluhan masyarakat umum yang diterima, baik melalui pesan singkat, media sosial, bahkan keluhan yang disampaikan langsung saat melakukan kunjungan kerja di desa-desa," katanya.
Ia menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap ketiga permasalahan utama tersebut.
Namun, ia ingin keputusan terbaik, dengan mengedepankan asas keadilan, baik bagi pebisnis, Pertamina, pemerintah, maupun masyarakat sebagai konsumen.
"Makanya saya memanggil SPBU, karena yang berurusan langsung dengan masyarakat adalah SPBU. Saya mendengar keluhan masyarakat, dan ingin tahu juga dari seluruh pihak, apa permasalahannya, sehingga ada kesulitan dan mengakibatkan antrean panjang," katanya.
Dalam rapat itu, diketahui dari laporan beberapa perwakilan SPBU menyatakan adanya kendala dalam proses pembayaran setiap transaksi solar yang menggunakan fuel card yang diproduksi BRI. Kerapkali ditemukan adanya gangguan jaringan, sehingga memakan waktu dan berimbas pada antrean.
"Kartu BRI (BRIZI) versi fuel card sering pada saat ingin melakukan pembayaran loading lama. Kedua, kuota terpotong, saldo ada, dan ketiga, saldo hilang kuota ada. Ini yang menghambat kami di lapangan," ujar salah satu perwakilan SPBU. (Antara)
Baca Juga: RDP dengan Komisi XII, Pertamina Dukung Pemerintah Akselerasi Target Lifting Migas 2025
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
OJK Ungkap Kejahatan di BPR Panca Dana: Kredit Fiktif dan Pencairan Deposito Nasabah
-
Diduga Lakukan Penipuan Kripto, Bisnis AMG Pantheon Ditutup Paksa
-
Bantah Dokumen Perjanjian Tarif Resiprokal, Haikal Hasan: Produk Impor AS Wajib Sertifikat Halal
-
Menteri PKP Buka Peluang Integrasikan Program Gentengisasi dengan Bantuan Perumahan
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
-
Dukung Dasco soal Tunda Impor Mobil Pikap India, Kadin: Nanti Jadi Bangkai
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
OJK Tabuh Genderang Perang! Influencer Saham 'Nakal' Terancam Sanksi Berat
-
Perang Cashback Ramadan 2026 Memanas, Platform Adu Strategi Gaet Pengguna
-
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara