Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru alami penurunan tipis pada akhir perdagangan Kamis, 7 Agustus 2025. Meski, Indeks sempat berkutat di zona hijau.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup merosot ke level 7.490 atau turun 11,44 poin dan secara presentase turun 0,18 persen.
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 35,14 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,75 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,02 juta kali.
Dalam perdagangan di hari ini, sebanyak 286 saham bergerak naik, sedangkan 353 saham mengalami penurunan, dan 317 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menghijau pada waktu itu diantaranya, AMMN, BATR, BIKE, COIN, CSIS, FUTR, IKAI, KBLV, KRYA,
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan waktu itu diantaranya, CDIA, DCII, ELTY, FIMP, IDEA, JARR, JGLE, KARW, LUCK, MFIN.
Phintraco Sekuritas dalam review perdagangan IHSG hari ini melihat, saham sektor teknologi menyumbangkan pelemahan terbesar, sedangkan saham sektor basic material membukukan kenaikan terbesar.
Pasar disinyalir merespon negatif diberlakukannya tarif resiprokal mulai 7 Agustus ini, di mana Indonesia dikenakan tarif sebesar 19 persen oleh AS. Profit taking lanjutan pada saham-saham konglomerasi juga ikut membebani indeks.
Data cadangan devisa Indonesia pada Juli 2025 tercatat turun menjadi USD 152 miliar dari USD 152.6 miliar (7/8). Meskipun cadangan devisa berada pada level terendah selama delapan bulan terakhir, namun posisi saat ini masih cukup untuk membiayai 6.3 bulan impor atau 6.2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri, di atas standar internasional sekitar 3 bulan impor.
Baca Juga: Apa Itu Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan MSCIWorld: Ini Penjelasannya
Selanjutnya investor akan menantikan dirilisnya indeks consumer confidence bulan Juli yang diperkirakan membaik pada level 118.4 dari 117.8 di Juni 2025 (8/8).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Profil PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Emiten Produsen Emas, Pembuat EMASKU
-
Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?
-
Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen
-
Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?
-
Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI
-
Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF
-
BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat
-
30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat
-
Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat
-
Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025