- Kementerian ESDM berencana perpanjangan relaksasi pembelian BBM tanpa QR code bagi daerah terdampak bencana di tiga provinsi Sumatera.
- Relaksasi ini berlaku di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh untuk mempermudah masyarakat membeli BBM pascabencana.
- Pemerintah mempertimbangkan perpanjangan relaksasi berdasarkan durasi proses pemulihan di wilayah terdampak bencana alam.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana perpanjangan relaksasi pembelian BBM tanpa QR code di daerah terdampak bencana di tiga provinsi Sumatera.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung mengatakan perpanjangan akan diberikan dengan mempertimbangkan proses pemulihan.
Yuliot menjelaskan relaksasi diberlakukan di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Untuk Sumatera Barat relaksasi berlaku hingga 8 Desember. Namun, kata Yuliot, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah meminta perpanjangan.
"Tapi saya sendiri komunikasi dengan Pak Gubernur, itu justru minta diperpanjang. Dan Gubernur sudah memperpanjang sampai dengan tanggal 22 Desember," ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Dia menuturkan, Kementerian ESDM akan memperpanjang relaksasi, dengan mempertimbangkan durasi proses pemulihan di wilayah terdampak.
"Tapi kalau memang ternyata dalam pemulihan itu masih dibutuhkan perpanjangan, kita akan lakukan perpanjangan untuk tidak menggunakan QR code dalam penyediaan BBM di daerah bencana," jelas Yuliot.
Relaksasi diberikan pemerintah untuk memudahkan masyarakat di daerah terdampak bencana dalam membeli BBM.
Dengan kebijakan itu masyarakat yang terkena bencana di tiga provinsi Sumatera tidak harus menunjukkan QR code saat membeli BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Selain itu juga juga ditujukan untuk mendukung proses distribusi bantuan logistik, dan mobilisasi alat berat, serta pergerakan tim penanganan bencana.
Baca Juga: Progres Pemulihan Listrik Pasca-Bencana: Aceh 33 Persen
Dalam keterangannya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengingatkan masyarakat agar relaksasi itu dimanfaatkan sebaik mungkin, dengan tidak menyalahgunakannya.
"Saya mohon kepada saudara-saudara saya di sini, agar tolong jangan disalahgunakan. Artinya kita harus pakai betul-betul sesuai dengan kebutuhan," kata Bahlil pada Rabu (3/12/2025) lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok