- Jhonlin Group kirim 13 ekskavator & 3 truk untuk percepat penanganan banjir di Aceh.
- Bantuan alat berat Haji Isam ditargetkan tiba di Aceh pada Jumat, 26 Desember 2025.
- BNPB mencatat korban meninggal banjir Sumatera capai 1.106 jiwa per 24 Desember.
Suara.com - Di tengah meluasnya dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera, PT Jhonlin Group mengirimkan bantuan teknis skala besar.
Perusahaan pimpinan Andi Syamsuddin Arsyad, atau yang akrab disapa Haji Isam, ini memberangkatkan belasan alat berat untuk mempercepat proses normalisasi dan penanganan pasca-bencana di Provinsi Aceh.
Melalui inisiatif "Jhonlin Group Peduli Aceh", sebanyak 13 unit ekskavator dan 3 unit truk pengangkut diberangkatkan dari Pelabuhan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (23/12/2025). Armada bantuan ini ditargetkan tiba di Aceh pada Jumat (26/12/2025) untuk segera dioperasikan di titik-titik terdampak.
“Bantuan untuk percepatan pemulihan daerah terdampak bencana di Aceh segera membaik,” ujar Haji Isam dalam keterangan resminya, Selasa (23/12/2025).
Bencana banjir dan longsor di Sumatera tahun ini tercatat sebagai salah satu yang paling mematikan. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 24 Desember 2025, korban meninggal dunia telah mencapai 1.106 jiwa, dengan 175 orang hilang dan ribuan lainnya luka-luka.
Fikri Pohan, perwakilan Jhonlin Group, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah ini. Ia berharap kehadiran alat berat tersebut dapat membantu pemerintah daerah dalam melakukan normalisasi wilayah, membersihkan material longsor, serta memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat terjangan air.
“Semoga Aceh segera pulih, doa kami menyertai saudara-saudara yang terdampak,” imbuh Fikri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi
-
SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja
-
Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi
-
LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan