Suara.com - Berikut adalah beberapa ide usaha menjanjikan di desa dengan modal kecil yang bisa Anda jadikan rujukan.
Tinggal di desa bukan berarti peluang usaha terbatas. Justru, dengan modal kecil dan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar, ada banyak jenis usaha yang bisa dijalankan dan menghasilkan keuntungan stabil.
Mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga jasa, semuanya bisa dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat desa.
Berikut delapan ide usaha modal kecil di desa yang layak dicoba, baik oleh pemula maupun pelaku UMKM.
1. Menanam Tanaman Organik
Permintaan sayuran dan tanaman organik terus meningkat karena masyarakat semakin sadar akan pola hidup sehat.
Di desa, lahan masih relatif luas dan subur, sehingga cocok untuk menanam sayur organik seperti bayam, kangkung, selada, cabai, atau tomat.
Modal yang dibutuhkan cukup kecil, terutama jika memanfaatkan pekarangan rumah. Hasil panen bisa dijual ke pasar tradisional, warung, atau langsung ke konsumen sekitar dengan sistem langganan.
2. Berternak Ayam Kampung dan Telur Kampung
Baca Juga: 8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
Ayam kampung dan telur kampung memiliki harga jual lebih tinggi dibanding ayam ras. Selain itu, perawatannya relatif mudah dan bisa dilakukan secara bertahap dengan jumlah kecil.
Pakan bisa dikombinasikan antara pakan pabrikan dan bahan alami seperti dedak atau sisa dapur. Usaha ini cocok untuk jangka menengah karena permintaannya stabil sepanjang tahun.
3. Usaha Camilan Keripik Buah atau Keripik Ubi
Keripik buah dan keripik ubi adalah camilan favorit banyak orang. Bahan bakunya mudah ditemukan di desa, seperti singkong, pisang, atau ubi ungu.
Dengan modal peralatan sederhana dan kemasan yang menarik, produk keripik bisa dipasarkan ke warung, titip jual di toko, atau dijual secara online melalui media sosial dan marketplace.
4. Budidaya Ikan Lele
Budidaya lele menjadi salah satu usaha desa yang cepat panen dan perawatannya relatif mudah. Lele bisa dibudidayakan di kolam terpal dengan modal yang terjangkau.
Dalam waktu sekitar 2–3 bulan, lele sudah bisa dipanen dan dijual ke pengepul, pasar, atau warung makan. Usaha ini cocok bagi pemula yang ingin mencoba bisnis perikanan.
5. Jasa Foto Produk untuk UMKM Desa
Banyak pelaku UMKM desa belum memiliki foto produk yang menarik untuk promosi. Padahal, foto yang bagus sangat berpengaruh terhadap penjualan, terutama di media sosial.
Dengan bermodalkan kamera HP yang memadai, pencahayaan sederhana, dan kreativitas, jasa foto produk bisa dijalankan dari rumah. Target pasarnya adalah pedagang makanan, kerajinan, dan produk lokal desa.
6. Laundry Rumahan
Usaha laundry rumahan sangat dibutuhkan, terutama di desa yang dekat dengan kos-kosan, sekolah, atau kawasan pekerja. Modal awalnya berupa mesin cuci, setrika, dan deterjen.
Jika dikelola dengan pelayanan yang baik dan harga terjangkau, laundry rumahan bisa menjadi sumber penghasilan rutin setiap bulan.
7. Usaha Sayur Keliling
Sayur keliling merupakan usaha yang masih sangat relevan di desa. Dengan membeli sayur dari petani atau pasar pagi, kemudian menjualnya berkeliling ke rumah-rumah, perputaran uang bisa berlangsung setiap hari.
Modalnya relatif kecil dan bisa disesuaikan dengan kemampuan. Keuntungan berasal dari selisih harga beli dan jual, serta pelanggan tetap.
8. Jual Sayur Matang Pagi dan Sore Hari
Banyak warga desa yang sibuk dan tidak sempat memasak. Peluang ini bisa dimanfaatkan dengan menjual sayur matang seperti sayur lodeh, tumis kangkung, sop, atau oseng tempe pada pagi dan sore hari.
Usaha ini bisa dimulai dari dapur rumah sendiri dengan menu sederhana. Jika rasanya enak dan harganya terjangkau, pelanggan akan datang secara rutin.
Itulah beberapa ide bisnis modal kecil yang bisa dijalankan di desa.
Kontributor : Damai Lestari
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan