- Gerakan Judi Pasti Rugi GoPay dan Komdigi sejak Oktober 2024 telah menjangkau lebih dari 60 juta orang.
- Aktivitas kampanye melibatkan van keliling ke 66 kota di 21 provinsi selama delapan bulan.
- Terkait upaya ini, nilai transaksi judi online turun 57 persen menjadi Rp155 triliun pada 2025.
Suara.com - Upaya pemberantasan praktik judi online (judol) di Indonesia terus menunjukkan hasil positif. Sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dinilai menjadi kunci dalam menekan maraknya aktivitas ilegal tersebut, salah satunya melalui Gerakan Judi Pasti Rugi yang digagas GoPay dan didukung Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Gerakan Judi Pasti Rugi dijalankan secara masif dan berkelanjutan sejak Oktober 2024 dengan pendekatan edukatif dan kreatif. Kampanye ini melibatkan berbagai kanal, mulai dari media sosial, media massa, hingga kegiatan lapangan melalui van keliling yang menyambangi berbagai daerah di Indonesia.
Dalam perjalanannya, Gerakan Judi Pasti Rugi turut menggandeng Raja Dangdut Rhoma Irama yang mempopulerkan lagu bertema bahaya judi, sebagai upaya mendekatkan pesan edukasi kepada masyarakat luas. Hingga saat ini, gerakan tersebut telah menjangkau lebih dari 60 juta orang.
Van Judi Pasti Rugi diberangkatkan dari Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital RI di Jakarta pada 15 Mei 2025 dan berkeliling ke berbagai kota di Tanah Air. Selama sekitar delapan bulan, van tersebut singgah di 66 kota di 21 provinsi dengan total jarak tempuh hampir 30 ribu kilometer.
Di setiap kota, dilakukan beragam aktivitas interaktif dan edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya judi online.
Head of GoPay Wallet, Kelvin Timotius, menyampaikan gerakan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam menjaga ekosistem digital nasional tetap sehat dan aman.
"Gerakan Judi Pasti Rugi yang diinisiasikan GoPay dan didukung oleh Komdigi telah menjangkau lebih dari 60 juta orang, dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga ekosistem digital di Indonesia tetap sehat, aman dan dipercaya masyarakat. Gerakan ini juga turut mendukung kebijakan Bank Indonesia, khususnya terkait keamanan transaksi dan perlindungan konsumen," ujar Kelvin di Jakarta yang dikutip, Minggu (1/2/2026).
Ia menambahkan, kampanye Judi Pasti Rugi akan terus dilanjutkan melalui media sosial guna mendorong kesadaran publik yang lebih luas sekaligus menekan praktik judi online.
"Di samping melalui gerakan Judi Pasti Rugi, GoPay juga memiliki teknologi Artifcial Intelligence untuk mencegah pencurian identitas, penyalahgunaan akun, hingga mendeteksi transaksi mencurigakan secara real time, sebagai langkah-langkah menghalau adanya praktik judi online," imbuhnya.
Baca Juga: Pelaku UMKM Bisa Gunakan Fitur Ini di GoPay untuk Kelola Keuangan
Sinergi edukasi dan pemanfaatan teknologi ini menunjukkan dampak yang nyata. Berdasarkan data terbaru Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), nilai transaksi judi online di Indonesia pada 2025 tercatat turun sebesar 57 persen menjadi Rp155 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp359 triliun.
Sementara itu, nilai deposit judi online juga mengalami penurunan sebesar 45 persen.
Atas kontribusinya dalam upaya pemberantasan judi online, Gerakan Judi Pasti Rugi memperoleh apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya dengan meraih Juara 1 kategori Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) dari Perhumas Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan atas peran aktif GoPay dalam mengedukasi masyarakat serta mendukung langkah pemerintah memberantas praktik judi online.
Kolaborasi antara GoPay dan pemerintah ini dinilai menjadi contoh konkret bagaimana sinergi lintas sektor dapat memberikan dampak signifikan dalam menghadapi tantangan besar di era digital, khususnya dalam melindungi masyarakat dari praktik ilegal yang merugikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Purbaya Bantah Bos BEI dan OJK Ramai-ramai Mundur Gegara Prabowo Marah
-
Saham-saham Milik Konglomerat Terancam Aturan Free Float, Potensi Delisting?
-
Purbaya Pede IHSG Tak Lagi Kebakaran Senin Depan Meski Petinggi BEI dan OJK Mundur
-
Tak Hanya Danantara, Lembaga Keuangan Asing Bisa Jadi Pemegang Saham BEI
-
Pasar Modal Diguncang Mundurnya Pejabat OJK, IHSG Rawan Tekanan Jual
-
Harga BBM Turun di Semua SPBU Pertamina, Vivo, Shell dan BP
-
IHSG Ambrol, Kapitalisasi Pasar Saham RI Merosot Jadi Rp 15.046 Triliun
-
Purbaya Naikkan Limit Investasi Saham Dana Pensiun dan Asuransi Jadi 20 Persen, Batasi di LQ45
-
Daftar Pemilik Saham BULL, Segini Jatah yang Dipegang Masyarakat
-
Profil Peter Sondakh: Konglomerat Rajawali Corpora, 'Penguasa' Tambang Emas ARCI