Bisnis / Energi
Rabu, 04 Februari 2026 | 20:02 WIB
Pertamina Menyalurkan BBM ke Wilayah Bireuen Aceh. [Ist]
Baca 10 detik
  • PT Pertamina EP Prabumulih Field menggagalkan pencurian minyak mentah sekitar 10 ton pada Sabtu (31/1) di area lapangan migas.
  • Kejadian terungkap saat tim keamanan menemukan sebuah truk tangki mencurigakan terperosok dekat Sumur 49 sekitar pukul 10.00 WIB.
  • Pertamina berkoordinasi dengan Polsek Lembak untuk penanganan hukum dan mengamankan barang bukti minyak mentah tersebut.

Suara.com - PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field menggagalkan upaya pencurian minyak di lapangan migas Prabumulih Field, Sumatera Selatan.

Aksi pencurian ini diketahui setelah tim keamanan menemukan sebuah truk terperosok di jalan belakang SP 1 TTB menuju Sumur 49, Sabtu (31/1) sekitar pukul 10.00 WIB. 

Ketika diperiksa truk itu menggunakan tangki khusus yang tidak lazim untuk kendaraan angkutan biasa. 

Dari pemeriksaan awal, ditemukan truk tersebut mengangkut 10 ton minyak mentah yang diduga berasal dari sumur migas di sekitar lokasi.

Truk tangki BBM mengisi bahan bakar di SPBU (Instagram)

Atas temuan itu, Pertamina segera berkoordinasi dengan Polsek Lembak untuk penanganan hukum dan pengembangan kasus.

Senior Manager Prabumulih Field Muhammad Luthfi Ferdiansyah mengatakan koordinasi dengan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam pengamanan wilayah operasi migas. 

"Kami mengapresiasi dukungan Polsek Lembak dalam penanganan kejadian ini," ujar Luthfi lewat keterangannya pada Rabu (4/2/2026).

Selama olah tempat kejadian perkara, pengamanan diperketat dan pengecekan dilakukan terhadap sumur-sumur di sekitar lokasi untuk menelusuri kemungkinan adanya aktivitas serupa.

Sementara minyak mentah yang ditemukan diamankan sebagai barang bukti dan dititipkan di Pusat Pengumpul Produksi Prabumulih. Untuk diamankan kepolisian guna  kepentingan penyelidikan. 

Baca Juga: Merger Trio Anak Usaha Pertamina Dikebut

Luthfi menegaskan keberhasilan penggagalan pencurian tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi semua pihak. 

"Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga objek vital nasional demi keberlanjutan pasokan energi," pungkasnya.

Load More