- Menteri Keuangan Purbaya mengakui pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,11% meleset dari target awal 5,6% atau 5,7%.
- Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Q4 2025 mencapai 5,39%, diklaim tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
- Pemerintah berencana perbaiki ekonomi 2026 melalui kunjungan ke K/L dan percepatan penyelesaian hambatan bisnis.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 sebesar 5,11 persen yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) meleset dari janjinya.
Laporan BPS mengungkapkan kalau ekonomi Indonesia 2025 tumbuh 5,11 persen secara year on year (YoY). Khusus kuartal empat (Q4), perekonomian RI tumbuh 5,39 persen YoY.
Menkeu Purbaya mulanya memperkirakan kalau pertumbuhan ekonomi RI pada Q4 2025 bisa sampai 5,7 persen. Namun angka tersebut dinilainya masih lumayan.
"Ya lumayan kan? 5,39 ya? (Q4 2026). Ini lebih rendah dari perkiraan saya atau janji saya. Saya kan maunya 5,6 atau 5,7. 5,5 lah. Tapi secara keseluruhan lumayan lah. Kita masih tumbuh 5,1 persen," kata Purbaya di Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026).
Purbaya mengklaim kalau hal terpenting adalah perekonomian Indonesia sudah mulai membaik. Sebab angka 5,39 di Q4 2025 diklaim menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
"Ini 5,39 tertinggi dalam beberapa tahun terakhir loh di triwulan keempat. Mungkin empat tahun lima tahun terakhir. Jadi lumayan, jadi ada sinyal pembalikan ekonomi," lanjut dia.
Purbaya mengaku kalau perbaikan ini baru awalan dan belum berjalan maksimal. Dia mengharapkan tahun 2026 perekonomian bakal jauh lebih baik.
Caranya, Purbaya bakal lebih sering mendatangi Kementerian/Lembaga untuk belanja lebih tepat sasaran. Kemenkeu juga bakal sering melakukan sidang debottlenecking atau penyelesaian bisnis lewat Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah atau Satgas P2SP.
"Supaya seluruh Kendala bisnis bisa dihilangkan dari perekonomian kita secepat mungkin," jelasnya.
Baca Juga: Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
Berita Terkait
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa
-
BPS Ungkap Dampak Bencana Sumatera pada Perekonomian Indonesia, Begini Penjelasannya
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Meski Turun, Jumlah Pengangguran RI Capai 7,35 Juta Orang
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri