- Juda Agung dilantik Presiden Prabowo menjadi Wamenkeu menggantikan Thomas Djiwandono yang kini Deputi Gubernur BI.
- Juda Agung menyatakan familiar dengan lingkungan Kemenkeu karena sering berkoordinasi sebelum menjabat posisi baru tersebut.
- Kepindahan ini bertujuan mensinergikan kebijakan fiskal dan moneter demi mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.
Suara.com - Juda Agung baru saja dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Ia bertukar posisi dengan Thomas Djiwandono yang sudah terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Wamenkeu Juda Agung mengakui kalau perpindahan jabatan dari Deputi Gubernur BI ke Wamenkeu adalah sesuatu yang baru baginya. Hanya saja ia sudah familiar dengan situasi di lingkungan Kemenkeu.
"Kalau melihat wajah-wajah dari Eselon I, Eselon II ini, yang wajah-wajah familiar bagi saya. Karena sejak saya mundur di Eselon III, Eselon IV itu, saya sudah sering koordinasi dengan kawan-kawan di Kementerian Keuangan. Bukan hal yang baru bagi saya," kata Juda di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Selain itu, Juda juga sering berdiskusi soal kebijakan fiskal dan moneter dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di mana lembaga itu beranggotakan Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan.
"Jadi saya merasa nyaman lah untuk otoritas fiskal, Kementerian Keuangan," lanjutnya.
Juda menilai, perpindahannya dari BI Kemenkeu membuat koordinasi lebih sinergi antara fiskal dan moneter. Hal ini juga merupakan pesan dari Presiden demi mencapai pertumbuhan ekonomi.
"Dan ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden pada kami, pada saya, waktu saya bertemu dia, arahnya adalah bahwa fiskal moneter harus terkoordinasi, tersinergi dengan baik untuk mencapai target-target pertumbuhan dan tentu saja juga at the same time kita harus juga menjaga stabilitas makro ekonomi, termasuk sustainabilitas dari fiskal," jelasnya.
Nantinya Juda Agung bersama Suahasil Nazara resmi menjadi Wamenkeu pendamping Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan.
Baca Juga: Eddy Soeparno: Kalau Ditanya Hari Ini, Saya Dukung Pak Zulhas Dampingi Pak Prabowo di 2029
Berita Terkait
-
Eddy Soeparno: Kalau Ditanya Hari Ini, Saya Dukung Pak Zulhas Dampingi Pak Prabowo di 2029
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
Taklimat Presiden Prabowo: Eks BUMN Siap-Siap Dipanggil Kejaksaan Agung
-
Bukan Mendadak! Juda Agung Ungkap Rahasia Tugas Wamenkeu yang Sudah 'Disiapkan' Sejak Jadi Deputi BI
-
Tak Mau Kalah dari PKB, Giliran PAN Nyatakan Siap Dukung Prabowo 4 Kali di Pilpres
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa
-
BEI Wajibkan Free Float hingga 25 Persen untuk Perusahaan yang Hendak IPO