- Mendag Busan klaim harga pangan stabil meski pedagang mulai mudik jelang Lebaran.
- Pantauan di Pasar Rawasari tunjukkan stok aman pada komoditas ayam hingga minyak goreng.
- Pemerintah andalkan data SP2KP dari 550 pasar untuk awasi fluktuasi harga nasional.
Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, yang akrab disapa Busan, mencoba menenangkan publik di tengah hiruk-pikuk jelang Lebaran. Meski fenomena pedagang mudik mulai menghiasi pasar-pasar tradisional, Busan mengklaim stabilitas harga kebutuhan pokok masih terjaga dan pasokan aman terkendali.
Saat melakukan pemantauan di Pasar Rawasari, Jakarta, Senin (16/3/2026), Busan menampik kekhawatiran bahwa berkurangnya jumlah pedagang akan memicu lonjakan harga. Ia menyebut kondisi pasar masih "normal" meski lapak-lapak mulai kosong ditinggal pulang kampung.
"Ya, ada yang mudik tapi ternyata harganya masih stabil. Artinya tidak terganggu ya dengan kepulangan. Jadi tetap harga normal, pasokan ada," ujar Budi dengan nada optimis kepada awak media.
Berdasarkan hasil blusukannya, Busan merinci sejumlah komoditas seperti daging ayam, cabai, bawang merah, hingga Minyakita masih dibanderol dengan harga yang wajar. Ia menilai, antusiasme masyarakat untuk belanja Lebaran tidak terhambat oleh berkurangnya personil pedagang di lapangan.
Namun, pernyataan ini seolah berbanding terbalik dengan hukum pasar yang biasanya mencatat kenaikan harga saat sisi penawaran (pedagang) berkurang sementara permintaan melonjak tajam menjelang hari raya.
"Masyarakat antusias berbelanja, banyak sekali hari ini. Walaupun sebagian pedagang sudah pulang... tetapi harga tetap normal," klaim Busan.
Pemerintah berpegang teguh pada data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Busan menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara masif di 550 titik pasar di seluruh Indonesia setiap harinya.
"Pengecekan harga itu dilakukan setiap hari. Ada 550 titik pasar yang terus kita awasi, kita ikuti perkembangan harganya," pungkasnya.
Meski data kementerian menunjukkan angka yang stabil, publik tentu menunggu apakah "stabilitas" di atas kertas ini benar-benar dirasakan oleh kantong ibu rumah tangga, mengingat fluktuasi harga di pasar tradisional sering kali terjadi secara liar dalam hitungan jam menuju Lebaran.
Baca Juga: Dukung Program Pemerintah Hemat Energi, Pertamina Berangkatkan Ribuan Pemudik
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS
-
AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!
-
PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit
-
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
-
Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
-
Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya
-
Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal