Bisnis / Properti
Rabu, 18 Maret 2026 | 11:35 WIB
Antrean kendaraan saat memasuki pelabuhan Gilimanuk. [Dokumentasi ASDP].
Baca 10 detik
  • Lonjakan kendaraan menuju Gilimanuk terjadi menjelang penutupan layanan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang saat Hari Raya Nyepi.
  • Data H-4 (17/3/2026) menunjukkan 25.105 kendaraan menyeberang, didominasi roda dua sebanyak 16.909 unit.
  • ASDP mengerahkan KMP Prima Nusantara untuk mengatasi antrean panjang yang mencapai 11 kilometer di Pelabuhan Gilimanuk.

Suara.com - Lonjakan pergerakan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, terjadi menjelang penutupan sementara layanan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang saat Hari Raya Nyepi. Kondisi ini memicu antrean panjang akibat tingginya mobilitas masyarakat dalam waktu bersamaan.

Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam pada Selasa, 17 Maret 2026 atau H-4, tercatat sebanyak 25.105 unit kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa. Angka ini meningkat 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 24.716 unit.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 16.909 unit atau naik 7,2 persen. Sementara itu, kendaraan roda empat tercatat sebanyak 6.016 unit, truk 1.586 unit, dan bus 594 unit.

Secara keseluruhan, total penumpang yang menyeberang mencapai 74.263 orang dengan total perjalanan kapal sebanyak 243 trip dalam sehari. Adapun secara kumulatif sejak H-10 hingga H-4, jumlah penumpang mencapai 383.398 orang atau naik 0,3 persen, sementara total kendaraan mencapai 122.892 unit atau meningkat 2,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Situasi arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali [SuaraBali.id/ANTARA/HO-Humas ASDP Indonesia Ferry]

Tingginya volume kendaraan ini memberikan tekanan besar terhadap kapasitas layanan penyeberangan. Menyikapi kondisi tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah cepat dengan mengerahkan kapal perbantuan untuk meningkatkan kapasitas angkut.

"Pengerahan KMP Prima Nusantara merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas layanan di lintasan tersibuk. Kami juga terus mengoptimalkan pola operasi kapal agar proses penyeberangan berjalan lebih cepat dan antrean dapat ditekan,” ujar Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

Kapal KMP Prima Nusantara kini telah dioperasikan di lintasan Ketapang–Gilimanuk untuk membantu mempercepat proses bongkar muat kendaraan sekaligus mengurangi waktu tunggu pengguna jasa.

Berdasarkan pemantauan lapangan pada Rabu (18/3) pukul 10.00 WITA, antrean kendaraan masih terpantau mengular hingga wilayah Desa Melaya dengan panjang sekitar 11 kilometer dari pelabuhan. Meski demikian, kondisi antrean mulai menunjukkan perbaikan seiring peningkatan kapasitas layanan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menyebut pihaknya terus melakukan penyesuaian operasional secara dinamis mengikuti kondisi di lapangan.

Baca Juga: Mudik Gratis Sinergi Pertamina dan Pemerintah, Dukung Perjalanan Aman dan Hemat Energi

"Kami terus melakukan penyesuaian pola sandar dan bongkar muat agar pergerakan kapal semakin efisien dan antrean dapat berkurang secara bertahap"” jelasnya.

Pemerintah bersama Korlantas Polri dan ASDP terus mengoptimalkan penanganan melalui penambahan armada kapal, optimalisasi buffer zone, serta penerapan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB).

ASDP memastikan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga kelancaran layanan selama periode angkutan Lebaran. Pengguna jasa pun diimbau untuk mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan dan kelancaran bersama.

Load More