Tekno / Tekno
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:34 WIB
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. [Grab]
Baca 10 detik
  • Grab Indonesia, Kementerian Perhubungan, dan AISI menggelar pelatihan keselamatan bagi 1.052 pengemudi di lima kota.
  • Grab mengintegrasikan fitur berbasis AI seperti Trip Monitoring dan AudioProtect Plus untuk mendeteksi berbagai potensi risiko perjalanan secara proaktif.
  • Grab menerapkan penyesuaian pemrosesan komisi langsung per perjalanan maksimal delapan persen yang berlaku mulai 1 Agustus 2026.

Suara.com - Meningkatnya mobilitas masyarakat membuat layanan transportasi online semakin bergantung pada teknologi, bukan hanya untuk mempercepat perjalanan, tetapi juga meningkatkan standar keselamatan.

Kondisi ini mendorong perusahaan teknologi transportasi mengembangkan sistem perlindungan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu bekerja secara proaktif, bukan sekadar reaktif.

Menjawab tantangan tersebut, Grab Indonesia bersama Kementerian Perhubungan dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menggelar pelatihan keselamatan berkendara bagi 1.052 mitra pengemudi roda dua di lima kota, sekaligus memperkuat implementasi teknologi keselamatan yang telah terintegrasi dalam platform Grab.

Program bertajuk "Safer Roads, Stronger Communities – Jalan Lebih Aman, Komunitas Lebih Kuat" digelar secara hybrid dengan pusat kegiatan di Terminal Jatijajar, Depok, dan diikuti peserta dari Yogyakarta, Surabaya-Sidoarjo, Medan, serta Makassar.

Pelatihan menggabungkan teori dan praktik, mulai dari pemeriksaan kendaraan, penggunaan perlengkapan keselamatan, teknik defensive riding, hingga kemampuan memprediksi potensi bahaya di jalan.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menilai peningkatan keselamatan transportasi memerlukan sinergi antara regulator dan industri teknologi.

"Mewujudkan lalu lintas dan transportasi darat yang lebih aman membutuhkan pendekatan menyeluruh serta kolaborasi lintas sector," ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu (1/8/2026).

Menurut dia, pelatihan ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memperkuat budaya berkendara yang aman dan tertib.

"Kami mengapresiasi kolaborasi Grab Indonesia dan AISI dalam membekali Mitra Pengemudi roda dua dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari," kata Dudy.

Baca Juga: Pengalaman Multitasking dan Face Unlock Oppo Kini Lebih Cerdas, Berkat Update ColorOS 16!

Ia juga mengapresiasi langkah Grab yang telah menerapkan skema komisi maksimal 8 persen sejak 1 Juli 2026 serta penyempurnaan mekanisme pemrosesan komisi GrabBike Hemat yang mulai berlaku 1 Agustus 2026.

"Kami berharap penyesuaian ini memberikan kejelasan yang lebih baik bagi Mitra Pengemudi dalam memahami rincian pendapatannya serta memperkuat hubungan kemitraan yang sehat dan berkelanjutan," ucapnya.

AI Jadi Garda Depan Keselamatan Transportasi Online

Di balik pelatihan lapangan, Grab juga memperkuat inovasi teknologi keselamatan melalui berbagai fitur berbasis AI yang dirancang untuk mendeteksi risiko sebelum berkembang menjadi insiden.

Salah satu teknologi unggulannya adalah Trip Monitoring, sistem berbasis kecerdasan buatan yang mampu mengenali anomali perjalanan, seperti pemberhentian tidak terencana atau penyimpangan rute.

Ketika sistem mendeteksi kondisi yang tidak biasa, aplikasi secara otomatis mengirim notifikasi untuk memastikan kondisi pengemudi dan penumpang.

Load More