Bisnis / Keuangan
Rabu, 18 Maret 2026 | 20:40 WIB
Aktivitas bongkar muat kontainer di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (10/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IPC TPK memastikan kesiapan operasional penuh dengan menghadirkan layanan bongkar muat 24 jam sehari jelang lebaran.
  • Langkah ini diambil seiring meningkatnya aktivitas logistik nasional, khususnya di segmen domestik yang mulai menunjukkan eskalasi signifikan memasuki minggu ketiga Ramadan.
  • Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menyampaikan bahwa peningkatan arus peti kemas ini telah diantisipasi melalui penguatan sistem operasional yang terintegrasi dan responsif.

Suara.com - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memastikan kesiapan operasional penuh dengan menghadirkan layanan bongkar muat 24 jam sehari dan 7 hari seminggu (24/7/2025) di seluruh terminal, guna mengantisipasi lonjakan arus peti kemas menjelang Idul Fitri sekaligus mendukung kebijakan pemerintah terkait pembatasan angkutan barang selama periode mudik.

Langkah ini diambil seiring meningkatnya aktivitas logistik nasional, khususnya di segmen domestik yang mulai menunjukkan eskalasi signifikan memasuki minggu ketiga Ramadan.

Di Terminal Petikemas 2 (TP2) Domestik, lonjakan aktivitas tercatat mencapai sekitar 37,5% dibandingkan minggu sebelumnya, didorong oleh peningkatan throughput dan frekuensi kunjungan kapal (vessel call), yang turut memengaruhi tingkat Yard Occupancy Ratio (YOR).

Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menyampaikan bahwa peningkatan arus peti kemas ini telah diantisipasi melalui penguatan sistem operasional yang terintegrasi dan responsif.

"Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam pengaturan pembatasan angkutan barang selama masa mudik. Untuk itu, IPC TPK memastikan layanan bongkar muat tetap berjalan optimal selama 24/7, dengan dukungan monitoring intensif serta kesiapan personel operasional di seluruh lini," ujar Pramestie.

Guna menjaga kelancaran arus logistik dan menghindari kepadatan di area pelabuhan, IPC TPK mengimplementasikan sejumlah langkah mitigasi strategis. 

Di antaranya optimalisasi layanan gate pass, pemanfaatan lapangan penumpukan Lini 2 sebagai buffer bagi Lini 1, kerjasama dengan beberapa depo petikemas pendukung disekitar Tanjung Priok serta penguatan fungsi traffic management dan safety control melalui penempatan petugas Port Facility Security Officer (PFSO) di titik-titik rawan antrean.

Seiring dengan rencana pemberlakuan pembatasan angkutan barang pada 13 hingga 29 Maret, IPC TPK memproyeksikan adanya percepatan aktivitas delivery oleh para pelanggan sebelum periode tersebut dimulai.

Untuk itu, perusahaan secara aktif mengimbau pengguna jasa agar melakukan percepatan pengambilan peti kemas untuk di keluarkan menuju depo di sekitar Jakarta Utara guna menghindari potensi penumpukan pasca Lebaran.

Baca Juga: Macet Horor di Pelabuhan Gilimanuk Bali, Antrean Kendaraan 30 KM

"Percepatan delivery sebelum masa pembatasan menjadi kunci untuk menjaga kelancaran rantai pasok. Dengan sinergi antara operator terminal, regulator, dan pengguna jasa, kami optimistis arus logistik nasional tetap terjaga dengan baik selama periode Lebaran," tutup Pramestie.

IPC TPK juga terus memperkuat koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), instansi terkait, serta perusahaan pelayaran untuk memastikan sinkronisasi jadwal kedatangan kapal dan kelancaran arus peti kemas di seluruh terminal.

Load More