- Kondisi ekonomi mendorong masyarakat memilih rumah terjangkau di kawasan penyangga kota besar, didukung potensi kenaikan nilai properti.
- Permintaan rumah di kawasan penyangga diproyeksikan tumbuh 5–6 persen pada 2026, didorong insentif pemerintah dan suku bunga kompetitif.
- Kota Podomoro Tenjo menawarkan hunian terjangkau mulai Rp 270 jutaan, dengan 5.400 unit telah diserahterimakan dan fasilitas pendukung.
Suara.com - Perubahan kondisi ekonomi mendorong masyarakat, khususnya kalangan produktif, untuk semakin realistis dalam menentukan pilihan hunian. Kini, rumah dengan harga terjangkau di kawasan penyangga kota besar menjadi opsi utama, terutama bagi pembeli rumah pertama.
Tren ini terlihat dari meningkatnya minat terhadap hunian di kawasan suburban yang menawarkan harga lebih ramah di kantong, namun tetap didukung akses transportasi dan fasilitas yang memadai. Selain itu, faktor potensi kenaikan nilai properti dan rekam jejak pengembang juga menjadi pertimbangan penting.
Sejumlah riset properti menunjukkan permintaan rumah tapak di kawasan penyangga diproyeksikan terus tumbuh. Leads Property Services Indonesia memperkirakan permintaan akan meningkat sekitar 5–6 persen pada 2026, didorong insentif pemerintah seperti PPN ditanggung pemerintah (PPN DTP) serta suku bunga yang lebih kompetitif.
Menjawab kebutuhan tersebut, Kota Podomoro Tenjo hadir sebagai kawasan kota mandiri dengan konsep hunian modern yang terjangkau. Salah satu produk yang ditawarkan bahkan dibanderol mulai dari Rp 270 jutaan per unit, dengan skema cicilan sekitar Rp 1 jutaan per bulan.
Marketing Director Agung Podomoro Yenti Lokat mengatakan, saat ini masyarakat semakin rasional dalam mengelola keuangan dan memprioritaskan kebutuhan utama, termasuk kepemilikan rumah sebagai aset jangka panjang.
"Kota Podomoro Tenjo dikembangkan di atas lahan lebih dari 650 hektar sebagai kawasan kota mandiri yang terus berkembang secara progresif. Saat ini kami sudah membuka 10 cluster dan secara total pengembangannya telah berjalan seluas 150 hektar, sehingga para konsumen yang membeli sejak awal tentu dapat melihat perubahannya," kata Yenti seperti dikutip, Jumat (20/3/2026).
Untuk menjawab kebutuhan pasar, kawasan ini juga menghadirkan produk hunian dengan konsep berbeda, yakni Midori at Cluster Mahogany yang mengusung nuansa Jepang. Hunian ini dirancang dengan karakter arsitektur khas, lengkap dengan lanskap tematik serta ruang terbuka hijau bagi penghuni.
"Klaster terbaru ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban akan hunian fungsional dengan karakter visual yang berbeda. Harganya terjangkau, mulai dari Rp 270 jutaan per unit. Dengan dukungan pembiayaan perbankan dan cicilan sekitar Rp 1 jutaan per bulan, masyarakat semakin dimudahkan untuk memiliki rumah terjangkau di kawasan berkualitas dengan fasilitas yang mendukung kualitas hidup," kata Yenti.
Seiring pengembangan kawasan, Kota Podomoro Tenjo juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga kini, sekitar 5.400 unit rumah telah diserahterimakan dan sekitar 1.000 unit di antaranya telah dihuni, menandakan kawasan tersebut mulai membentuk komunitas hunian yang aktif.
Baca Juga: Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah, Kini 400 Ribu Unit per Tahun
Selain hunian, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti club house berstandar bintang lima, sarana olahraga, ruang kerja bersama, hingga tempat ibadah. Ke depan, fasilitas pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum lainnya juga akan terus dikembangkan.
Dari sisi investasi, properti dinilai masih menjadi pilihan menarik di tengah tekanan inflasi. CEO ERA Indonesia Darmadi Darmawangsa menyebut, kepemilikan rumah tidak seharusnya terus ditunda karena harga yang cenderung naik dari waktu ke waktu.
"Nilai rupiah bisa tergerus oleh inflasi. Jika tidak dikonversikan ke dalam aset riil seperti properti, nilainya dapat semakin melemah. Properti menjadi salah satu aset yang relatif lebih terlindungi terhadap inflasi," jelasnya.
Menurutnya, konsep rumah tumbuh yang ditawarkan juga memberi fleksibilitas bagi masyarakat untuk memiliki hunian dengan harga terjangkau terlebih dahulu, lalu mengembangkannya secara bertahap sesuai kebutuhan.
"Kota Podomoro Tenjo juga menjawab kebutuhan kelas menengah Indonesia yang mencari kepastian dalam memiliki aset riil, sekaligus peluang pertumbuhan nilai properti di masa depan,
" pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura