- BRI mencatat kenaikan signifikan 27,7% transaksi *incoming remittance* PMI hingga Februari 2026, didorong Ramadan.
- Mayoritas dana dikirim dari Malaysia, Taiwan, dan Hong Kong untuk biaya hidup keluarga di Indonesia.
- BRI menawarkan fleksibilitas layanan penerimaan dana melalui transfer rekening atau tarik tunai tanpa rekening.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melaporkan pertumbuhan signifikan pada volume transaksi uang masuk (incoming remittance) dari para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri.
Hingga Februari 2026, tercatat kenaikan sebesar 27,7%, yang dipicu oleh tingginya aktivitas pengiriman dana selama periode Ramadan 1447 Hijriah.
Direktur Treasury and International Banking BRI, Farida Thamrin, menegaskan komitmen perusahaan dalam mengawal kebutuhan finansial pahlawan devisa dan keluarga mereka.
"Lonjakan kiriman dana ini mayoritas dialokasikan untuk biaya hidup keluarga di tanah air serta persiapan merayakan Idulfitri 1447 H," ujar Farida pada Sabtu (21/3/2026).
Berdasarkan data internal BRI, sumber pengiriman dana terbesar berasal dari PMI yang bekerja di Malaysia, Taiwan, dan Hong Kong.
Dana tersebut mengalir ke berbagai wilayah basis asal PMI, dengan penerima terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat, Lampung, serta Nusa Tenggara Barat.
Layanan ini tidak hanya menjadi jembatan finansial bagi keluarga, tetapi juga selaras dengan visi Asta Cita pemerintah, khususnya poin ke-6 yang memfokuskan pembangunan dari desa demi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Fleksibilitas Layanan BRI Remittance
Farida menjelaskan bahwa BRI hadir dengan solusi yang memudahkan proses pengiriman dana dari mancanegara melalui mekanisme yang fleksibel:
Baca Juga: Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI
Transfer Langsung: Dana dikirim langsung ke rekening penerima di Indonesia.
Ambil Tunai Tanpa Rekening: Penerima dapat mencairkan dana secara tunai di seluruh unit kerja BRI maupun melalui jaringan AgenBRILink.
Jaringan Luas: Dukungan lebih dari 1,2 juta AgenBRILink di seluruh pelosok memudahkan keluarga PMI mengakses dana kiriman tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat kota.
Selain melayani uang masuk, BRI juga memfasilitasi pengiriman dana ke luar negeri (outgoing remittance). Melalui fitur Transfer Internasional pada super apps BRImo, nasabah dapat mengirim dana ke berbagai negara dengan transparansi penuh.
Fitur BRIFast Tracker memungkinkan pengguna memantau status transaksi secara real-time dari genggaman.
Optimalisasi layanan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di daerah sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal, terutama pada momentum krusial seperti Ramadan dan Lebaran tahun ini.
Berita Terkait
-
Simulasi KUR BRI 2026 Pinjaman Rp10 Sampai Rp50 Jutaan
-
Mengajukan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) BRI untuk Miliki Motor Impian
-
BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo
-
Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat
-
Biaya Transaksi BRI ke Sesama BRI, Bank Himbara, dan Bank Lain
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026