Bisnis / Makro
Senin, 23 Maret 2026 | 08:03 WIB
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Layang Tol Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. [Antara/Darryl Ramadhan/rwa]
Baca 10 detik
  • PT JJC memberlakukan sistem buka tutup di Jalan Layang MBZ menuju Cikampek karena lonjakan pemudik Idul Fitri 2026.
  • Volume kendaraan meninggalkan Jakarta melalui tol MBZ melonjak signifikan hingga mencapai 76,43 persen di atas normal.
  • Rekayasa lalu lintas ini bertujuan mengurai kepadatan di titik pertemuan tol MBZ dengan Tol Jakarta-Cikampek bawah.

Suara.com - Lonjakan kendaraan saat arus mudik Idul Fitri 2026 berdampak langsung pada operasional jalan tol.

PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas, berupa sistem buka tutup di ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) akibat kepadatan kendaraan yang meningkat tajam.

Kebijakan ini diambil berdasarkan diskresi kepolisian untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, khususnya menuju arah Cikampek yang mengalami lonjakan signifikan.

Lonjakan Kendaraan Tembus 76 Persen

General Manager Operasi dan Pemeliharaan JJC, Desti Anggraeni, mengungkapkan bahwa rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan sejak pagi hari.

“Buka tutup akses masuk ruas Jalan Layang MBZ yang mengarah ke Cikampek kembali diberlakukan sejak pukul 09.10 WIB (Minggu) sebagai upaya mengurai kepadatan lalu lintas,” ujar Desti dilansir dari lama Antara, Senin (23/3/2026).

Data menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui tol MBZ mencapai 76,43 persen dibandingkan hari normal. Total kendaraan tercatat sebanyak 53.366 unit, jauh di atas rata-rata harian yang hanya 30.247 kendaraan.

Jalan Tol Layang MBZ Cikampek. [Dok Jasa Marga].

Lonjakan ini terjadi sepanjang hari, dengan rincian pagi hari naik 35,69 persen, siang melonjak hingga 88,21 persen, dan malam hari menjadi puncak tertinggi dengan kenaikan 195,81 persen.

Strategi Buka Tutup untuk Cegah Penumpukan

Baca Juga: Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU Dalam Melayani Pemudik EV

Menurut Desti, skema buka tutup ini dirancang untuk menghindari penumpukan kendaraan di titik krusial, terutama di pertemuan antara ruas MBZ dan Tol Jakarta-Cikampek bawah.

“Skema ini bertujuan mencegah antrean panjang di titik pertemuan ruas tol sekaligus menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” jelasnya.

Pihak JJC bersama kepolisian terus melakukan pemantauan secara real-time. Akses akan kembali dibuka jika kondisi lalu lintas sudah dinilai normal dan terkendali.

Mobilitas Tinggi, Arah Balik Relatif Stabil

Sementara itu, arus kendaraan menuju Jakarta tercatat relatif stabil. Jumlah kendaraan yang masuk ke ibu kota mencapai 26.985 unit, sedikit turun 0,65 persen dibandingkan kondisi normal.

Secara total, sebanyak 80.351 kendaraan melintas di ruas MBZ dari dua arah, menandakan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran tahun ini.

Load More