- PT JJC memberlakukan sistem buka tutup di Jalan Layang MBZ menuju Cikampek karena lonjakan pemudik Idul Fitri 2026.
- Volume kendaraan meninggalkan Jakarta melalui tol MBZ melonjak signifikan hingga mencapai 76,43 persen di atas normal.
- Rekayasa lalu lintas ini bertujuan mengurai kepadatan di titik pertemuan tol MBZ dengan Tol Jakarta-Cikampek bawah.
Suara.com - Lonjakan kendaraan saat arus mudik Idul Fitri 2026 berdampak langsung pada operasional jalan tol.
PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas, berupa sistem buka tutup di ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) akibat kepadatan kendaraan yang meningkat tajam.
Kebijakan ini diambil berdasarkan diskresi kepolisian untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, khususnya menuju arah Cikampek yang mengalami lonjakan signifikan.
Lonjakan Kendaraan Tembus 76 Persen
General Manager Operasi dan Pemeliharaan JJC, Desti Anggraeni, mengungkapkan bahwa rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan sejak pagi hari.
“Buka tutup akses masuk ruas Jalan Layang MBZ yang mengarah ke Cikampek kembali diberlakukan sejak pukul 09.10 WIB (Minggu) sebagai upaya mengurai kepadatan lalu lintas,” ujar Desti dilansir dari lama Antara, Senin (23/3/2026).
Data menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui tol MBZ mencapai 76,43 persen dibandingkan hari normal. Total kendaraan tercatat sebanyak 53.366 unit, jauh di atas rata-rata harian yang hanya 30.247 kendaraan.
Lonjakan ini terjadi sepanjang hari, dengan rincian pagi hari naik 35,69 persen, siang melonjak hingga 88,21 persen, dan malam hari menjadi puncak tertinggi dengan kenaikan 195,81 persen.
Strategi Buka Tutup untuk Cegah Penumpukan
Baca Juga: Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU Dalam Melayani Pemudik EV
Menurut Desti, skema buka tutup ini dirancang untuk menghindari penumpukan kendaraan di titik krusial, terutama di pertemuan antara ruas MBZ dan Tol Jakarta-Cikampek bawah.
“Skema ini bertujuan mencegah antrean panjang di titik pertemuan ruas tol sekaligus menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” jelasnya.
Pihak JJC bersama kepolisian terus melakukan pemantauan secara real-time. Akses akan kembali dibuka jika kondisi lalu lintas sudah dinilai normal dan terkendali.
Mobilitas Tinggi, Arah Balik Relatif Stabil
Sementara itu, arus kendaraan menuju Jakarta tercatat relatif stabil. Jumlah kendaraan yang masuk ke ibu kota mencapai 26.985 unit, sedikit turun 0,65 persen dibandingkan kondisi normal.
Secara total, sebanyak 80.351 kendaraan melintas di ruas MBZ dari dua arah, menandakan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran tahun ini.
Berita Terkait
-
Sistem One Way Terus Berlangsung di Jalan Tol Trans Jawa
-
BRI Life Siapkan Proteksi Khusus Momen Mudik Lebaran 2026
-
5 Link CCTV Jogja untuk Pantau Kemacetan dan Lalu Lintas Libur Lebaran 2026
-
TelkomGroup Lepas Ribuan Pemudik dalam Program Mudik Gratis 2026
-
H-4 Lebaran, Puluhan Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Pasar Senen
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Harga Bitcoin Turun Akibat Ancaman Perang AS-Iran, Kembali ke Level 60 Ribu Dolar!
-
Harga Emas Lebaran Hari Ini Stabil di Pegadaian: UBS dan Galeri 24 Rp2,9 Jutaan
-
Data Lintas Batas RIAS Dibuka, OJK Waspadai Ketergantungan Asing
-
Minyak Dunia Memanas: Brent Tembus USD 112 di Tengah Eskalasi Perang Iran-AS
-
Ancaman 'Kiamat' Energi: Trump Beri Ultimatum, Guncang Pasokan Migas Dunia
-
OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun Jiwasraya, Bagaimana Hak Peserta?
-
Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat
-
Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?
-
Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!