- IHSG di Bursa Efek Indonesia melemah ke level 7.097 pada perdagangan Selasa, 28 April 2026, setelah sempat dibuka menguat.
- Pelemahan indeks dipicu oleh tekanan jual investor asing serta sentimen negatif terkait konflik geopolitik dan harga minyak dunia.
- Secara teknikal, IHSG diproyeksikan terus berada dalam tekanan pasar dengan potensi penurunan hingga menuju level psikologis 7.000.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada awal perdagangan, Selasa, 28 April 2026. IHSG awalnya dibuka menguat 0,31 persen ke level 7.128.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.07 WIB, IHSG justru meloyo ke level 7.097 atau turun 0,12 persen.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,42 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,31 triliun, serta frekuensi sebanyak 186.000 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 285 saham bergerak naik, sedangkan 258 saham mengalami penurunan, dan 416 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, LUCK, BOBA, LCKM, LAPD, SMMT, ESIP.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya JAWA, UDNG, BNGA, HOPE, CTTH, ENAK, SDMU, BAPA.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan hari ini. Sentimen global, terutama terkait konflik geopolitik dan pergerakan harga minyak, menjadi faktor utama yang membayangi pasar.
Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, IHSG pada perdagangan sebelumnya kembali melemah 0,32 persen ke level 7.106. Tekanan ini terjadi di tengah aksi jual investor asing yang mencatatkan net foreign sell sebesar Rp2,01 triliun.
Baca Juga: Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA
Pelemahan IHSG terjadi meskipun sempat dibuka menguat. Namun, sentimen negatif dari global membuat indeks berbalik arah hingga penutupan.
Salah satu faktor utama berasal dari perkembangan geopolitik, di mana Iran dilaporkan mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan konflik. Meski proposal tersebut telah diterima, belum adanya keputusan lanjutan membuat harga minyak kembali meningkat dan memicu kekhawatiran pasar.
Dari sisi global, pergerakan bursa saham Amerika Serikat juga cenderung bervariasi. Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat melemah 0,13 persenke level 49.167,79. Sementara itu, S&P 500 menguat 0,12 persen ke 7.173,91 dan Nasdaq Composite naik 0,20 persen menjadi 24.887,10.
Secara teknikal, IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan. Bahkan, indeks disebut memiliki peluang untuk menutup gap di area psikologis 7.000.
Tekanan jual dari investor asing masih menjadi perhatian utama pelaku pasar, seiring meningkatnya ketidakpastian global dan pelemahan nilai tukar rupiah. Selain itu, pasar juga mencermati kebijakan moneter global, termasuk keputusan suku bunga Bank of Japan yang diproyeksikan tetap di level 0,75 persen.
Di tengah kondisi tersebut, investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati, yakni ARCI, PTBA, dan AALI.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Harga Pangan Hari Ini 28 April: Cabai Rawit Merah Meroket Rp165 Ribu Per Kilogram
-
Detik-detik Evakuasi Tiga Korban Selamat Terjepit Gerbong KA di Bekasi Timur
-
Emas Antam Naik Tipis Hari Ini, Harganya jadi Rp 2.815.000/Gram
-
Buntut Debt Collector Bermasalah di Semarang, OJK Panggil Indosaku dan Ancam Sanksi Berat
-
Riset UI: Pengguna Pindar AdaKami Melek Keuangan, Tapi Masih Rentan Terjebak Utang
-
Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Prabowo Intruksikan Ini
-
Imbas Tabrakan Kereta Api, Operasional KRL Blue Line Hanya Sampai Stasiun Bekasi
-
Bos Danantara Buka Suara Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
SIG Kantongi 5 Sertifikat Platinum Green Label, Bukti Dominasi Semen Hijau Nasional
-
Bos KAI: 3 Orang Masih Terperangkap di Dalam Gerbong KRL